Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Akibat Perang Ukraina, Rusia Raup Rp2.351 T dari Ekspor Gas dan Batu Bara

Jakarta, Aktualiti.com – Akibat Perang Rusia-Ukraina, Rusia telah meraup keuntungan sebesar 158 miliar euro atau US$158 miliar setara dengan Rp2.351 triliun dari ekspor komoditas energi gas dan batu bara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA), sebuah lembaga think tank yang berlokasi di Finlandia.

Dari data tersebut menjelaskan, sumbangan nilai ekspor sebesar 85,1 miliar euro atau lebih setengahnya berasal dari Uni Eropa, di urutan kedua ekspor ke China sebesar 34,9 miliar euro, selanjutnya Turki sebesar 10,7 miliar euro.

CREA mengungkapkan bahwa 43 miliar euro dari nilai ekspor itu digunakan untuk mendanai perang di Ukraina.

Selain digunakan untuk perang, invasi Rusia ke Ukraina juga telah merugikan banyak orang karena melonjaknya harga minyak, gas, dan batu bara.

“Melonjaknya harga bahan bakar fosil berarti bahwa pendapatan Rusia saat ini jauh di atas tingkat tahun-tahun sebelumnya, meskipun ada pengurangan volume ekspor tahun ini,” kata mereka seperti dikutip dari AFP.

Di Eropa sendiri, akibat Rusia menghentikan pasokan, harga gas alam mengalami pelonjakan sampai level rekor. Harga minyak mentah sempat melonjak ke US$120 per barel setelah Rusia menginvasi Ukraina, meskipun baru-baru ini lonjakan itu telah melandai.

CREA mengungkapan rasa syukur setelah beberapa negara terutama Uni Eropa menghentikan pembelian minyak dan batu bara dari Rusia.

Akibat Uni Eropa melakukan penghentian pembelian minyak dan batu bara dari Rusia, ekspor batu bara dari Rusia mengalami penurunan sejak invasi dimulai.

“Rusia gagal menemukan pembeli lain untuk menggantikan penurunan permintaan Uni Eropa,” jelas CREA.

Selian itu, CREA juga meminta Uni Eropa membuat regulasi untuk lebih memperketat dan membuat penindakan atas ekspor minyak Rusia.

“Uni Eropa harus melarang penggunaan kapal milik Eropa dan pelabuhan Eropa untuk pengiriman minyak Rusia ke negara ketiga, sementara Inggris harus berhenti mengizinkan industri asuransinya untuk berpartisipasi dalam perdagangan ini,” ungkap CREA.

Reporter : Ali Ruhiyat

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini