Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Antisipasi Lonjakan Harga Minyak Dunia, Sri Mulyani Bagi Beban Subsidi Energi dengan Pemda

Jakarta, Aktualiti.com – Kementerian Keuangan akan membagi beban belanja subsidi dan kompensasi energi dengan pemerintah daerah demi antisipasi lonjakan harga minyak dunia. Hal tersebut tercantum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023.

Direktur Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kemenkeu Rofyanto Kurniawan menjelaskan saat harga minyak dunia naik maka perlu penyesuaian terhadap asumsi harga minyak mentah Indoensia (ICP) dalam APBN. Penyesuaian tersebut untuk menambah belanja subsidi dan kompensasi energi.

Perubahan tersebut juga mengubah besaran transfer ke daerah (TKD) berupa dana bagi hasil (DBH). Artinya apabila ICP dinaikkan maka DBH di daerah otomatis untuk naik.

“Jadi kalau ada tambahan pendapatan, kemudian juga ada tambahan beban, ya ini dibagi lah bebannya (dengan pemerintah derah),” kata Rofyanto dalam acara Sosialisasi RAPBN 2023, Senin (25/7).

Baca juga : Sri Mulyani Bebaskan Biaya Ekspor Seluruh Produk Kelapa Sawit

Upaya bagi subsidi ini tertuang pada RUU APBN 2023, pasal 19. Bagian tersebut berisi, dalam kondisi tertentu pemerintah pusat dapat memperhitungkan presentase tertentu atas peningkatan belanja subsidi energi atay kompensasi terhadap kenaikan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sumber daya alam yang dibagihasilkan.

Maksud dari kondisi tertentu di atas adalah saat ada peningkatan PNBP sumber daya alam dan realisasi PNBP sumber daya alam yang dibagihasilkan. Di saat yang sama subsidi dan kompensasi energi juga meningkat.

Ketentuan lebih detail mengenai burden sharing ini akan diatur khusus dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Pemerintah belum merinci besaran anggaran subsidi dan kompensasi energi untuk tahun 2023.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini