Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Bareskrim Polri Didesak Kembalikan Aset Korban Penipuan Binary Option

Jakarta, Aktualiti.com – Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI) menggelar Konferensi Pers terkait adanya indikasi penyelewengan aset sitaan oleh Bareskrim Polri dalam kasus penipuan investasi binary option.

“Bareskrim harus bekerja secara profesional dan transparan. Jangan sampai publik menilai ada penyelewengan aset sitaan oleh Bareskrim Polri.” ujar Abraham selaku Koordinator GMI.

Dalam konferensi pers yang digelar pada hari Jumat (29/04) di kawasan Jakarta Pusat ini, GMI menilai Bareskrim Polri bekerja tidak profesional dalam menangani kasus penipuan aplikasi binary option.

Abraham berujar, penipuan aplikasi binary option adalah bentuk penipuan murni dan bukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) seperti apa yang telah ditetapkan oleh Bareskrim Polri.

“Kami menilai kasus yang menjerat beberapa oknum terkait aplikasi binary option adalah murni penipuan dan bukan bentuk TPPU.”

“Oleh sebab itu, kami mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat Indonesia untuk mengawal kasus ini agar para korban dapat dipenuhi kembali hak-haknya.” ujar Abraham.

Kasus binary option melibatkan beberapa oknum, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan pasal TPPU oleh Bareskrim Polri.

Aliansi GMI menilai hal ini keliru. Oleh karena kasus ini bukan sebagai TPPU, maka GMI memandang perlu agar Bareskrim mengembalikan asset yang telah disita untuk diberikan kepada korban.

Di akhir kesempatan, GMI menyatakan sikap untuk membersamai korban sampai hak-hak mereka kembali dipenuhi.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini