Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Dampak Perang Rusia-Ukraina, Menteri Pertanian SYL Sebut Harga Mi akan Naik Tiga Kali Lipat

Jakarta, Aktualiti.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan harga mi instan akan naik tiga kali lipat. Pasalnya, 180 juta ton gandum tertahan akibat konflik Rusia-Ukraina.

Hal itu disampaikan dalam acara Webinar Strategi Penerapan GAP Tanaman Pangan Memacu Produksi Guna Antisipasi Krisis Pangan Global dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Senin (8/8/2022).

Indonesia merupakan satu dari beberapa negera yang bergantung pada impor gandum. Jika gandum tidak bisa keluar lantaran konflik Rusia-Ukraina, maka harga komoditas gandum akan naik.

“Jadi hati-hati yang makan mi banyak dari gandum, besok harganya 3 kali lipat itu, maafkan saya, saya bicara ekstrem saja ini,” ujar Mentan dikutip Aktualiti.com melalui kanal Youtube Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Selasa (9/8/2022).

Rusia-Ukraina dikenal sebagai produsen besar untuk gandum di pasar global. Produksi gandum dunia 30-40 persen berada di Ukraina dan Rusia.

Baca juga : Pemerintah Siapkan Dana Rp 502,4 Triliun untuk Subsidi Energi Tahun Depan

Mentan SYL melanjutkan, ketersediaan gandum sebenarnya masih ada, namun akibat konflik global tersebut, rantai pasokan akan tersendat sehingga harga gandum akan sangat mahal.

“Ada gandumnya, tetapi harganya akan mahal bangat, sementara kita impor terus ini, kalau saya jelas tidak setuju, apapun kita makan saja, seperti singkong, sorgum, sagu,” kata Mentan.

Selain gandum, Mentan SYL mengungkapkan distribusi pupuk di Indonesia juga tersendat akibat konflik global itu. Lagi-lagi Indonesia adalah importir pupuk dari Rusia ataupun Ukraina.

Harga pupuk tentu akan semakin mahal. Alih-alih menggunakan pupuk subsidi, Mentan SYL menyarankan agar menggunakan pupuk-pupuk organik.

“Kalau tunggu pupuk subsidi pasti tidak bisa itu, kita adaptasi dengan cara kita, banyak orang yang sukses tanpa menggunakan pupuk subsidi. Semua kearifan lokal misalnya air dicampur terasi terasi dicampur doa ternyata hasilnya bagus. Jangan tunggu pupuk turun yang ada di dunia adalah krisis pupuk,” kata Mentan.

Presiden Joko Widodo juga memberikan sinyal kewaspadaan terkait rantai pasokan pangan dan energi dunia yang tersendat saat ini.

Jokowi menyebutkan konflik Rusia-Ukraina menyebabkan rantai pasokan gandum dan energi dunia menjadi bermasalah.

“Ini hati-hati, yang suka makan roti, yang suka makan mi (instan), bisa harganya naik. Karena apa? Ada perang di Ukraina,” kata Jokowi dikutip dari Antara, Jumat (8/7/2022).

 

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini