Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Demi Tahan Harga Pertalite, Pemerintah Terpaksa Nombok Rp520 Triliun

Jakarta, Aktualiti.com – Di saat harga komoditas melonjak di seluruh dunia, pemerintah tetap menjaga harga pertalite, gas elpiji, dan listrik agar tidak naik. Namun pemerintah harus menombok hingga Rp 520 triliun. Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dana tersebut dianggarkan untuk menambah angaran subsidi dan kompensasi energi. Awalnya pemerintah hanya menganggarkan Rp 152,5 triliun sepanjang tahun 2022.

“Oleh karena itu, untuk tahun ini kami meminta persetujuan kepada DPR untuk menambah anggaran subsidi dan kompensasi yang nilainya diperkirakan untuk subsidi dan kompensasi Rp 520 triliun,” kata Sri Mulyani dikutip dari tayangan Youtube Rapat Paripurna DPR RI, Rabu (1/6/2022).

Sri Mulyani menyampaikan bahwa tingginya harga komoditas global dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal, seperti ketegangan antara Rusia-Ukraina yang memicu sanksi Barat, pulihnya permintaan domestik, dan faktor musiman Hari Raya Idul Fitri.

Dinamika tersebut mengerek inflasi pada level yang tinggi di beberapa negara, kemudian dampaknya merembet hingga ke Indonesia.

“Dinamika ekonomi global saat ini diwarnai oleh tingginya tekanan inflasi akibat melonjaknya harga komoditas, terutama setelah terjadinya perang di Ukraina,” ucap Sri Mulyani.

Menteri Keuangan mengakui, peningkatan harga komoditas global dan tekanan inflasi domestik juga mulai terlihat. Pada April 2022, inflasi Indonesia mencapai 3,5 persen, relatif lebih tinggi dari inflasi sebelumnya. Inflasi domestik berpotensi lebih tinggi apabila kenaikan harga komoditas global sepenuhnya di-pass-through kepada harga-harga domestik.

“Pada potensi transmisi tingginya harga komoditas global tersebut dapat kita redam, tentu dengan konsekuensi biaya subsidi dan kompensasi yang melonjak sangat tinggi,” ujarnya.

Oleh karena itu, berbagai kebijakan untuk melindungi masyarakat, seperti melalui skema subsidi dan bantuan sosial terus dilaksanakan sebagai bagian dari strategi pemulihan ekonomi dan menjaga daya beli melalui pengendalian inflasi.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini