Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Dinilai Tak Tepat Sasaran, Skema Subsidi Elpiji 3 Kg dan BBM Akan Diubah

Jakarta, Aktualiti.com – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan mengubah skema subsidi dari skema subsidi terbuka menjadi berbasis orang. Hal ini karena mayoritas LPG 3 kg dan BBM bersubsidi justru dinikmati masyarakat golongan mampu.

“Kalau kita lihat bagaimana manfaat yang diterima masyarakat terhadap LPG memang terlihat sekali dinikmati oleh hampir seluruh masyarakat yang justru kelompok mampu,” ujar Kepala Badan Kebijakannya Fiskal Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu saat rapat kerja dengan DPR, Selasa (14/6/2022).

Febrio menambahkann hanya 23,3 persen penggunaan LPG 3 kg oleh masyarakat golongan miskin, sisanya sebesar 57,9 persen merupakan orang golongan mampu. Hal ini tentu tidak sesuai dengan target subsidi yang diperuntukkan untuk orang-orang miskin.

Baca juga : Cara Beli Pertalite dan Solar Menggunakan Aplikasi MyPertamina

Sedangkan BBM bersubsidi, sekitar 60 persen masyarakat golongan mampu menikmati hampir 80 persen dari total konsumsi atau 33,3 liter per rumah tangga per bulan. Sisanya, yaitu 40 persen masyarakat golongan miskin hanya menikmati konsumsi BBM bersubsidi sebanyak 17,1 liter per rumah tangga per bulan.

“Ini yang menjadi evaluasi bagi kita semakin bisa pertajam kebijakan subsidi ke depan,” ucapnya.

Selain itu, perubahan skema ini dilakukan karena negara menanggung beban yang semakin berat. Untuk LPG di Indonesia, 80 persennya adalah impor. Ditambah dengan konflik geopolitik dewasa ini, harga komoditas semakin meningkat.

Meskipun begitu, Harga Jual Eceran (HJE) LPG di Indonesia masih tetap di harga Rp 4.250 per kg sejak 2010. Padahal kini harga ekonominya mencapai Rp 19.609 per kg.

“Ini menunjukkan besarnya beban dari subsidi LPG yang kita lakukan tapi ini keputusan dari kita bersama untuk menjaga daya beli di tengah ketidakpastian 2022,” ucapnya.

Hal yang sama juga berlaku untuk BBM bersubsidi, menurutnya selisih antara harga penetapan dengan harga keekonomian dari BBM jenis solar saat ini sangat tinggi sebesar Rp 5.150 khusus harga penetapan dan keekonomian sebesar Rp 12.170

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini