Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Ekonomi Indonesia Kuartal II Tumbuh 5,44 Persen, Jawa Masih Sumbang PDB Terbesar

Jakarta, Aktualiti.com- Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II naik 5,44 persen dibanding dengan kuartal I. Pulau Jawa masih sumbang PDB regional terbesar yaitu 56,55 persen.

Badan Pusat Statistik menyebutkan PDB Indonesia atas dasar harga berlaku (ADHB) triwulan II 2022 mencapai Rp 4.919,9 triliun, tumbuh 5,44 persen dibanding triwulan II pada tahun 2021.

“PDB Indonesia atas dasar harga berlaku tercatat Rp4.919,9 triliun dan jika dilihat atas dasar harga konstan (ADHK) tercatat Rp2.923,7 trilun,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual, Jumat (05/08/2022).

Ia menyebutkan kontribusi Pulau Jawa terhadap PDB Indonesia saat ini masih tertinggi dibandingkan pulau-pulau lainnya. Jawa menjadi kontributor utama dengan peran sebesar 56,55 persen dari ekonomi nasional dengan kinerja mengalami kenaikan sebesar 5,66 persen year-on-year (yoy) dibanding triwulan II tahun 2021.

Sedangkan untuk Sumatera sebesar 22,03 persen, Kalimantan 9,09 persen, Sulawesi 7,09 persen, Bali dan Nusa Tenggara 2,73 persen dan terakhir Maluku dan Papua sebesar 2,51 persen.

Baca juga : Keluar dari Ketergantungan Gandum, Jokowi Ingin Buat Roadmap Industri Sorgum

Pertumbuhan ekonomi di Maluku dan Papua yoy menjadi yang tertinggi dengan 13,01 persen, diikuti Sumatera sebesar 22,03 persen, Kalimantan 9,09 persen, Sulawesi 7,09 persen, Bali dan Nusa Tenggara 2,73 persen dan terakhir Maluku dan Papua sebesar 2,51 persen.

Sebelumnya, Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2022 akan melebihi 5 persen. Hal itu berkat peningkatan mobilitas dan konsumsi masyarakat serta membaiknya kinerja industri infrastruktur.

“Besok Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi II, tapi pemerintah dengan indeks keyakinan konsumen yang baik, dan PMI (Purchasing Managers Index) di 51,3, kami optimis angka (pertumbuhan ekonomi) di atas 5 persen,” ujar Airlangga usai ikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (07/08/2022).

Ia menyebutkan pertumbuhan ekonomi akan berada di atas inflasi tahunan per Juli 2022 yang mencapai 4,9 persen yoy. Ia yakin daya beli masyarakat akan terjaga dengan adanya subsidi dari pemerintah.

“Tentunya yang menaikkan inflasi adalah komoditas pangan dan energi, dan sampai sekarang kan pemerintah masih mempertahankan daya beli untuk komoditas tersebut. Indonesia tidak melakukan pass through harga, beda dengan negara lain,” ucapnya.

Sumber : Badan Pusat Statistik

Reporter: M. Asnawi Kholil

Editor : Ahmad Widyarma

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini