Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Ekspor ke Uni Emirat Arab, Produk Unggulan Indonesia Bebas Biaya Masuk

Jakarta, Aktualiti.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyepakati perjanjian dagang Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA). Produk Indonesia mendapat keuntungan bebas biaya masuk ke UEA.

Menurut Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag, Djatmiko Bris Witcaksono, selama ini eksportir harus melalui Singapura sebelum ekspor produk ke UEA.

“Karena Singapura sudah bebas biaya untuk masuk ke UEA. Walaupun itu dititik terakhir ya biasa negosiasi, ya akhirnya kita bisa mendapatkan penghapusan (bea masuk),” ujar Djatmiko dalam konferensi pers virtual, Senin (4/7/2022).

Adapun produk yang akan terbebas biaya masuk ekspor ke UEA adalah emas, sawit, otomotif, hingga besi dan baja.

“Dulu produk kertas kita di UEA cukup memiliki pangsa pasar yang bagus, tapi beberapa tahun terakhir agak menurun dengan berbagai alasan. Sehingga, ini jadi perhatian saya, dalam perundingan ini jadi emas, kertas, produk baja sawit, itu harus dapat preferensi yang maksimal, artinya diberikan eliminatif dalam kesempatan pertama,” ucap Djatmiko.

Baca juga : Jokowi: Indonesia Juga Hentikan Ekspor Bauksit Selain Nikel

Selain itu, produk lain seperti alas kaki, batu bara, bahan baku bubur kayu, elektrikal, baterai juga ikut terbebas dalam biaya masuk ekspor ke UEA. Djatmiko menjamin, sebayak 99,6 persen produk ekspor unggulan Indonesia ke UEA akan bebas dari Biaya masuk.

“Saya bilang 99,6 persen ekspor kita ke UEA itu dapat fasilitas bebas biaya masuk 0, bahkan di tahun pertama 90 persen produk kita 0 persen (biaya masuk), sekian waktu 5 persen akan menjadi 0 persen,” tegas dia.

Dia mengungkapkan, melalui perjanjian ini diharapkan mampu meningkatkan hubungan ekonomi kedua negara. Khususnya di bidang perdagangan dan jasa.

“Dan secara teknis kita harapkan dengan adanya perjanjian CEPA antara Indonesia dan UAE ini akan membuka akses pasar dan barang, jasa, investasi kedua belah pihak,” tuturnya.

Djatmiko menjelaskan peraturan ini baru akan terimplementasi pada 1 Januari 2023.

“Begitu kita implementasi 1 januari 2023 ekspor emas kita diberikan biaya masuk 0 persen, itu contoh. Sawit kita juga sama 1 januari, maka saat itu juga kita biaya 0 persen,” pungkas dia.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini