Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Emisi Gas Rumah Kaca Menjadi Ancaman Perubahan Iklim di Indonesia

Jakarta, Aktualiti.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa emisi gas rumah kaca menjadi salah satu hal yang membuat Indonesia rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Emisi gas rumah kaca mengakibatkan naiknya suhu yang selanjutnya berujung pada naiknya permukaan air laut.

Dalam acara B20-G20 Dialogue: Energy, Sustainability, and Climate Task Force yang diselenggarakan secara daring pada Selasa, 30 Agustus 2022, Menkeu mengatakan Indonesia akan terkena dampak perubahan iklim sebesar 0,66 persen hingga 3,45 persen dari Produk Domestik Bruto.

“Menurut sebuah penelitian, Indonesia akan terkena dampak sebesar 0,66 persen hingga 3,45 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) kita pada tahun 2030 karena perubahan iklim,” kata Menkeu seperti dilansir dari laman resmi kemenkeu.go.id, Selasa, 30 Agustus 2022.

Untuk mengatasi perubahan iklim, Indonesia dan negara-negara seluruh dunia bersama-sama merancang kebijakan pembangunan yang tepat salah satunya adalah merancang dan mempercepat transisi menuju sumber energi bersih dan juga lebih hijau.

“Ini juga sangat penting karena energi merupakan emisi karbon yang paling penting sekaligus yang paling mahal dalam mengatasi masalah ini,” ucap Menkeu.

Menkeu memaparkan bahwa selama lima tahun terakhir rata-rata belanja iklim sebesar Rp89,6 triliun atau 3,9 persen dari alokasi APBN per tahun.

Menurutnya, anggaran pemerinta hanya dapat metupi 34 persen dari total kebutuhan pendanaan iklim sebesar Rp3.461 triliun atau sekitar Rp266 triliu per tahun.

“Dengan situasi itu, jelas kebutuhan keuangan berkelanjutan tidak bisa hanya mengandalkan anggaran pemerintah,” ucapnya.

“Sangat penting bagi kami untuk dapat merancang cara investasi baru agar kami dapat mencapai tujuan ambisius tentang perubahan iklim yang juga akan mengancam kemakmuran dan penghidupan masyarakat,” lanjutnya.

Selanjutnya, Menkeu menyampaikan dalam presidensi G20 Indonesia, perubahan iklim dan transisi energi menjadi salah satu isu terpenting yang diangkat. Menkeu menjelaskan bahwa perubahan iklim dan keuangan berkelanjutan sebagai salah satu prioritas terpenting di jalur keuangan.

“Dengan tujuan untuk menciptakan kerangka kerja global dan menerapkan transisi energi, dan juga untuk menciptakan transisi energi dengan cara yang berkelanjutan, adil, dan terjangkau. Karena masing-masing perekonomian sebenarnya memiliki keterjangkauan dan kemampuan yang berbeda dalam menghadapi perubahan iklim ini,” tutur Menkeu.

Selain itu, Indonesia telah meluncurkan Energy Transition Mechanism (ETM) Country Platform yang ditujukan agar Indonesia dapar membuat kerangka kerja untuk menyediakan semua pembiayaan yang diperlukan dan memungkinkan untuk mempercepat transisi energi nasional.

“Ini benar-benar merupakan blended finance framework dengan tujuan untuk memobilisasi, baik sumber pendanaan komersial maupun non-komersial secara berkelanjutan dan akuntabel, serta transparan,” pungkas Menkeu.

Reporter: Ali Ruhiyat

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini