Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Gempar Tiket Candi Borobudur Rp750 Ribu, Luhut: Belum Final, Masih Bisa Turun

Jakarta, Aktualiti.com – Setelah gempar di jagat media mengenai tiket masuk Candi Borobudur sebesar Rp750.000, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya meluruskan soal tarif wisata ke Candi Borobudur tersebut. Dirinya menyatakan kenaikan tarif sebesar Rp750.000 bagi wisatawan lokal belum final.

“Saya mendengar banyak sekali masukan masyarakat hari ini terkait dengan wacana kenaikan tarif untuk turis lokal. Karena itu nanti saya akan minta pihak-pihak terkait untuk segera mengkaji lagi supaya tarif itu bisa diturunkan. Saya sampaikan terima kasih kepada semuanya atas perhatian yang begitu besar kepada warisan budaya kebanggaan kita semua ini,” kata Luhut melalui siaran pers, Minggu (5/5/2022).

Adapun keputusan final mengenai tarif masuk Candi Borobudur masih terus dibahas dan akan diumumkan Presiden Joko Widodo minggu depan.

Namun Luhut memastikan biaya yang akan dikenakan kepada wisatawan mancanegara untuk naik ke Candi Borobudur tetap, yakni USD 100, atau sekitar Rp 1,4 juta. Besaran pungutan untuk pelajar juga disebut akan tetap sesuai rencana, yakni Rp 5.000.

Baca juga : Ini Alasan Luhut Terapkan Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Rp 750.000

Saat ini, harga tiket untuk wisatawan lokal hanya Rp50.000, sedangkan wisatawan mancanegara USD25. Luhut juga mempertimbangkan menyediakan tarif khusus bagi warga provinsi Jawa Tengah dan DIY.

Warga lokal juga diminta berkontribusi. Semua turis yang datang nantinya akan diwajibkan menggunakan toure guide dari warga lokal. Selain itu, turis diwajibkan memakai sandal khusus upanat agar tidak merusak tangga dan struktur bebatuan Candi Borobudur. Sandal khusus tersebut akan diproduksi oleh UMKM disekitar Candi Borobudur.

“Sebagai bangsa yang kaya dengan budaya, kita tentu tidak mau dianggap tidak bisa menjaga kelestarian warisan budaya kita sendiri. Jadi memang diperlukan _treatment_ khusus untuk mewujudkan upaya itu,” kata Luhut.

Selain itu Luhut juga berencana membatasi pengunjung. Ia mengatakan bahwa Candi Borobudur itu cagar budaya Indonesia yang ditetapkan sebagai situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Dengan relief yang sarat makna khususnya bagi umat Buddha dan umat manusia.

“Penting bagi kita semua memberi perhatian khusus untuk menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara tersebut,” ujar Luhut.

Menurut para ahli yang memberikan masukan kepada pemerintah, Candi Borobudur memiliki beberapa kerentanan dan ancaman, seperti pelapukan, bencana alam, perubahan iklim, gempa bumi, dll.

“Silahkan cek atau tanya ke teman-teman pengelola di sana. Belum lagi perilaku pengunjung yang suka melakukan vandalisme, menyelipkan benda tertentu di sela-sela batu candi, membuang sampah sembarangan, dan yang lebih parah adalah tidak bisa menghargai Candi Borobudur sebagai situs umat Buddha. Ini semua kan perlu penanganan khusus,” pungkas Luhut.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini