Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Harga Emas Dunia Turun, Ini Faktor-Faktor Penyebabnya

Jakarta, Aktualiti.com – Harga emas turun pada akhir perdagangan Selasa (16/08/2022). Penurunan ini memperpanjang kerugian dalam dua hari berturut-turut dengan harga berada dibawah level psikologi USD1.800, tertekan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi.

Kontrak Emas paling aktif untuk pengiriman Desember di Divisi Comex New York Exchange tergelincil USD8,40 atau 0,47 persen menjadi USD1.789,70 per ounce, setelah mencapai level terendah sesi pada USD1.786,05 per ounce.

“Kenaikan baru-baru ini yang membawa emas ke level USD1.800 tetap cukup utuh, kecuali penutupan terendah USD1.780 ditembus,” kata Kepala Strategi Teknis SKCharting.com Sunil Kumar Dixit, dikutip dari Antara, Rabu (17/8/2022).

Melansir dari laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Aktualiti merangkum lima faktor yang mempengaruhi naik turunnya harga emas:

1. Ketidakpastian Kondisi Global

Berbagai situasi yang terjadi disekeliling kita seperti politik, ekonomi, krisis, atau perang adalah salah satu pemicu naik turunnya harga emas.

Seperti situasi yang di akibatkan perang dagang AS dan China, perang antara Rusia dan Ukraina, dan juga krisis dunia saat ini. Situasi ini menumbuhkan minat para investor global untuk berbondong-bondong dalam berinvestasi di aset aman (safe haven) salah satunya emas.

Alasan para investor berbondong-bongdong dalam berinvestasi di emas yaitu nilai emas tetap tergaja meski terjadi inflasi atau deflasi, nilai emas tetap terjaga meski terjadi krisis dan perang dunia, dan permintaan emas tidak berkurang seiring dengan ketersediaan emas yang terbatas.

Sri Mulyani juga mengakui bahwa emas kerap menjadi pilihan investor dikala ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Baca juga : Harga Emas Antam dan UBS di Pegadaian Senin 30 Mei 2022

2. Penawaran dan Permintaan Emas

Pada dasarnya emas masuk kedalam lingkup kegiatan ekonomi, oleh karena itu hukup permintaan dan penawaran juga berlaku terhadap emas.

Apabila permintaan emas ketimbang penawarannya logam mulia naik, maka harga emas akan naik. begitu pula sebaliknya apabila penawaran emas lebih besar dari pada permintaan maka harganya akan turun.

Menariknya ketersediaan emas di dunia saat ini cukup terbatas. Menurut Thomson Reuters Gold Fields Mineral Services (GFMS) yang menyebut angka totalnya mencapai 171.300 ton. Sementara menurut James Turk, pendiri Gold Money, yang memperkirakan jumlahnya mencapai 155.244 ton.

3. Kebijakan Moneter

Harga emas juga sangat tergantung dari kebijakan moneter yang diambil Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve System (The Fed). Kebijakan moneter yang dimaksud adalah kebijakan menaikkan atau menurunkan suku bunga.

Kalau The Fed menurunkan suku bunga, emas berpotensi naik harganya. Sebab dolar menjadi kurang menarik sebagai pilihan investasi dan orang-orang cenderung menempatkan uangnya dalam bentuk emas. Begitu juga sebaliknya.

4. Inflasi

Inflasi adalah salah satu faktor utama yang membuat harga-harga barang semakin naik, hal ini juga berdampak pada harga emas. Semakin tinggi tingkat inflasi maka semakin mahal pula harga emas. Hal ini dikarenakan masyarakat yang enggan menyimpan aset mereka dalam bentuk uang yang mudah kehilangan nilainya dan lebih memilih berinvestasi emas yang harganya cenderung stabil dan lebih aman ketika inflasi. Karena semakin diminati inilah, maka harga emas akan meningkat pula.

5. Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat

Harga emas dalam negeri mengacu pada harga emas internasional yang dikonversi dari dolar AS ke dalam mata uang rupiah. Oleh karena itu lah, harga emas sangat dipengaruhi oleh pergerakan rupiah terhadap dolar AS. Apabila nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah maka harga emas lokal menguat atau tinggi. Sebaliknya, bila nilai tukar rupiah menguat, maka harga emas lokal cenderung turun.

Reporter: M. Asnawi Kholil

Editor : M Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini