Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Harga Keekonomian BBM dan LPG Meningkat Tajam, Subsidi Pemerintah Capai Rp 13.000 per Liter

Jakarta, Aktualiti.com – Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) dan LPG meningkat tajam. Ini merupakan imbas dari penurunan suplai global, terutama dari Libya dan Ekuador, serta terbatasnya kemampuan produksi OPEC Plus.

“Harga keekonomian dengan peningkatan harga minyak dan gas juga meningkat tajam, kalau kita bandingkan harga yang ditahan ditetapkan oleh pemerintah dengan harga keekonomiannya,” ujar Nicke saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (06/07/2022).

Krisis ini semakin diperparah dengan konflik Rusia-Ukraina yang tak kunjung reda, sehingga suplai minyak dunia terganggu lalu harga minyak dunia menjadi semakin tinggi.

“Karena Indonesia pun menerapkan harga yang merefer ke Brent. Kita menggunakan Indonesian Crude Price (ICP) yang secara rata-rata biasanya US$ 2 di bawah Brent. Jadi otomatis pergerakan Brent atau harga minyak dunia otomatis mengerek kenaikan ICP,”imbuh Nicke.

Baca juga : Dinilai Tak Tepat Sasaran, Skema Subsidi Elpiji 3 Kg dan BBM Akan Diubah

Berdasarkan data Pertamina per Juli 2022, harga keekonomian Jenis BBM Tertentu (JBT) Pertalite sudah mencapai harga Rp 17.200 per liter, sedangkan harga jual yang ditetapikan oleh pemerintah Rp 7.650 per liter. Berarti, pemerintah harus menanggung subsidi mencapai Rp 9.550 setiap pembelian satu liter Pertalite.

“Untuk Pertalite kita masih menjual di angka Rp 7.650 per liter, sedangkan harga pasar dengan harga minyak hari ini adalah Rp17.200 per liter. Setiap per liter Pertalite yang dibeli oleh masyarakat, pemerintah mensubsidi Rp 9.550 per liternya,” ucap Nicke.

Selain itu untuk Jenis BBM tertentu (JBT) Solar, Pertamina menjual dengan harha Rp 5.150 per liter. Padahal harga keekonomiannya kini berada di angka Rp 18.150 per liter. Artinya pemerintah harus menanggung beban subsidi sebesar Rp 13.000 per liter.

Selanjutnya, Pertamax kini dijual Pertamina dengan harga Rp 12.500 per liter. Harga keekonomian produk Pertamax per Juli 2022 mencapai Rp 17.950 per liter. Dengan demikian, selisih harga jualnya mencapai Rp 5.450 per liter. Nicke mengungkapkan, pihaknya masih belum akan melakukan penyesuaian harga untuk Pertamax.

“Kita juga pakai kalau Pertamax kita naikkan setinggi ini maka shifitng ke Pertalite akan terjadi dan ini akan menambah beban negara,” terang Nicke.

Sementara itu, harga jual LPG subsidi juga kini masih dibanderol sebesar Rp 4.250 per kg. Padahal harga keekonomiannya sudah mencapai Rp 15.698 per kg. Dengan demikian selisih yang harus ditanggung pemerintah dalam bentuk subsidi mencapai Rp 11.448 per kg.

Pertamina kini terus memantau pergerakan harga minyak dunia. Selain itu, Pertamina juga tetap melakukan kordinasi dengan pemerintah untuk menerapkan kebijakan yang sesuai.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini