Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Inflasi Hampir 5 Persen, Jokowi Siap Gunakan Dana Tak Terduga

Jakarta, Aktualiti.com – Presiden Joko Widodo menyatakan inflasi Indonesia kini di angka 4,94 persen. Untuk itu ia memerintahkan jajaran menterinya untuk siap gunakan dana tak terduga dari APBN.

Jokowi memberikan instruksi khusus tersebut kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Dana tersebut bisa digunakan untuk menyubsidi anggaran logistik pangan yang diketahui menjadi salah satu penyebab naiknya inflasi saat ini.

“Bisa digunakan untuk menyelesaikan inflasi di daerah. Gunakan itu untuk menutup biaya transportasi atau distribusi,” kata Jokowi dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflais 2022, Kamis (18/08/2022).

Jokowi menyadari suplai pangan di beberapa daerah belum merata. Dana tak terduga dapat dimanfaatkan untuk menutup selisih biaya distribusi dari daerah sentra ke daerah-daerah yang membutuhkan atau kekurangan.

Baca juga : Menteri Keuangan Imbau Masyarakat Waspadai Inflasi

“Saya pernah ke Merauke. Kepala daerahnya menyampaikan beras melimpah di sana tapi tidak ada yang beli. Harganya juga murah, Rp6.000 per liter. Saya cek, ternyata benar. Kalau ada daerah lain yang kekurangan beras kenapa tidak ambil dari Merauke yang harganya masih murah? Problemnya transportasi mahal,” ucap Jokowi.

“Ada daerah lain yang kekurangan beras, kenapa tidak ambil dari Merauke yang harganya masih murah? Problemnya ternyata transportasi mahal,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah pusat dan daerah untuk bersinergi mengendalikan inflasi. Tim Pengendali Inflasi Pusat dan Daerah harus mengetahui faktor pendorong kenaikan harga komoditas. Pemerintah daerah harus lebih sering mengkoordinasikan kebutuhan pangan di masing-masing daerah.

Jokowi kembali mengingatkan gentingnya situasi global saat ii. Mulai dari Pandemi Covid 19 hingga munculnya berbagai krisis, seperti krisis energi, krisis pangan, dan krisis ekonomi.

“Kita tidak boleh bekerja standar. Tidak bisa lagi karena keadaannya tidak normal. kita tidak boleh bekerja sesuai rutinitas karena memang keadaannya tidak normal. Tidak bisa kita memakai standar-standar baku, standar-standar Pakem,” ujarnya serius.

“Saya yakin kalau kerja sama gubernur, bupati, walikota, TPIP dan TPID semua kerja, maka rampung untuk mengembalikan lagi inflasi ke bawah 3% karena di kita barangnya juga ada kok,” ungkapnya.

Baca juga : Mengenal Resesi, Penyebab serta Berbagai Dampaknya

Dalam sambutannya, Jokowi juga mengungkapkan beberapa daerah dengan inflasi tertinggi. Di antaranya adalah Provinsi Jambi (8,55%), Sumatera Barat (8,01%), Bangka Belitung (7,77%), Riau (7,04%), dan Aceh (6,97%).

“Saya sudah perintahkan ke menteri dalam negeri untuk mengeluarkan entah surat keputusan, surat edaran yang menyatakan bahwa anggaran tidak terduga bisa digunakan untuk menyelesaikan inflasi di daerah. Gunakan untuk itu tadi menutup biaya transportasi,” jelas Jokowi.

Reporter : Ahmad Widyarma

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini