Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Jokowi Ingin Indonesia Capai Swasembada Jagung Tahun 2024

Jakarta, Aktualiti.com- Presiden Jokowi ingin membawa Indonesia mencapai swasembada jagung pada 2024. Kini ada dua komoditas pangan yang sedang ditingkatkan oleh pemerintah yaitu jagung dan sorgum.

“Telah kita mulai, kemarin di Waingapu sorgum, di NTT sorgum, dan beberapa provinsi (mulai tanam) jagung,” kata Joko Widodo setelah menerima penghargaan dari International Rice Research Institute di Istana Negara, Minggu (14/08/2022).

Dengan target tersebut, pemerintah tengah mengupayakan intensifikasi dan ekstensifikasi lahan jagung.

Jokowi mengatakan, sebelumnya impor jagung menembus 3,5 juta ton. Kini, Indonesia sanggup memangkas angka impor hingga mencapai 800 ribu ton.

“Ini sebuah lompatan besar, dan kita harapkan tidak impor jagung dalam dua atau tiga tahun lagi,” ujarnya.

Di tengah krisis kecukupan pangan, pemerintah ingin meningkatkan produksi pangan dalam negeri dengan melakukan diversifikasi produksi pangan, bukan hanya beras namun juga sorgum dan jagung. Harapannya kebutuhan pangan di dalam negeri dapat tercukupi, bahkan memungkinkan Indonesia bisa menjadi pemasok pangan dunia.

Jokowi telah memberikan instruksi pada jajaranya untuk memperluas lahan jagung sebesar 86 ribu hektare.

Baca juga : Keluar dari Ketergantungan Gandum, Jokowi Ingin Buat Roadmap Industri Sorgum

“Yang dimintakan 141 ribu hektare dan 86 ribu hektare merupakan lahan baru,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (1/8).

Siasat ini dilakukan karena harga jagung global mencapai US$ 335 per ton atau setara Rp 5 ribu per kilogram. Perluasan lahan akan ditargetkan di daerah Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, dan Kalimantan Utara.

Selain perluasan lahan, pemerintah akan dorong penggunaan bibit hibrida nasional yang dapat menghasilkan 10,6 -13,7 juta ton per hektare. Airlangga menyebutkan ada 14 varietas yaitu Pertiwi 3 F1, Bisi, NK Perkasa, Singa, Bima, Dahsyat, P36 dan lainnya.

“Artinya hibrida ini berbasis hibrida nasional,” ujar Menko Perekonomian.

Mengutip data Food and Agriculture Organization (FAO) dari laman resmi Kementerian Pertanian (Kementan), rata-rata produksi jagung Indonesia pada 2014-2018 sebesar 24,27 juta ton. Capaian produksi jagung Indonesia tersebut berkontribusi sebesar 2,19% terhadap produksi jagung dunia.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini