Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Jokowi Sebut 2023 Akan Jadi Tahun Gelap Bagi Perekonomian Dunia

Bogor, Aktualiti.com – Presiden Jokowi meminta masyarakat agar lebih berhati-hati mulai saat ini. Ia mengatakan 2023 akan menjadi tahun gelap ekonomi dunia karena krisis energi dan pangan akibat pandemi covid-19 dan perang Rusia-Ukraina.

Jokowi mengaku mendapatkan prediksi ini setelah mengobrol dengan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), International Monetary Fund (IMF), hingga Kepala negara G7.

“Beliau-beliau menyampaikan ‘Presiden Jokowi, tahun ini akan sangat sulit’ terus kemudian seperti apa? ‘tahun depan akan gelap. Ini bukan Indonesia, ini dunia, hati-hati'”, ujar Jokowi saat memberikan sambutan pada Peresmian Pembukaan Silatnas PPAD ke-19, Bogor, Jumat (05/08/2022).

Lanjutnya, Presiden Jokowi juga mendapatkan kabar dari Bank Dunia bahwa akan ada 66 negara akan terpuruk akibat kondisi ekonomi yang buruk. Angka itu, awalnya hanya 9 negara, kemudian bertambah 25 negara kemudian bertambah 25 negara, 42 negara, hingga menjadi 66 negara.

“Ini bukan Indonesia, ini dunia, hati-hati, bukan Indonesia saya katakan, dunia,” ujar Jokowi.

Baca juga: AS Dihantam Resesi, Sri Mulyani: Indonesia Harus Waspadai Kinerja Ekspor

Jokowi menuturkan dampak krisis energi dan pangan kini sudah terlihat. Ratusan juta orang di belahan dunia lain telah mengalami kelaparan.

“Mereka mengkalkulasikan dengan detail, apa yang dikhawatirkan betul-betul kita lihat dan sekarang ini 320 juta orang di dunia sudah berada pada posisi menderita kelaparan akut. ini saya sampaikan apa adanya,” ujar Jokowi.

Krisis ekonomi dunia saat ini semakin diperparah dengan inflasi yang kian naik sehingga harga-harga kebutuhan pokok ikut naik.

“Pertumbuhan ekonomi turun, tetapi inflasinya naik, harga-harga barang semuanya naik, inilah kondisi yang sangat, kalau boleh saya sampaikan, dunia sekarang sudah pada kondisi yang mengerikan,” kata Jokowi.

Dalam acara tersebut Jokowi juga menyinggung krisis energi di dunia saat ini, khususnya kenaikan harga bensin. Jokowi menuturkan apabila harga bensin naik, maka harga barang lain juga ikut naik.

Namun pemerintah sudah mengantisipasi hal tersebut dengan memberikan subsidi Rp 502 triliun untuk menangani hal tersebut.

“Coba di negara kita, bayangkan pertalite naik dari Rp 7.650 harga sekarang, kemudian jadi harga yang bener Rp 17.100, demonya berapa bulan? Naik 10 persen saja demonya saya ingat, demonya 3 bulan,” ujar Jokowi.

Jokowi menekankan tidak ada negara lain yang berani memberikan subsidi besar-besaran untuk bahan bakar minyak seperti Indonesia.

Reporter: Dwi Kurnia

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini