Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Keluar dari Ketergantungan Gandum, Jokowi Ingin Buat Roadmap Industri Sorgum

Jakarta, Aktualiti.com- Ingin keluar dari ketergantungan gandum yang sulit dikembangkan di dalam negeri, Jokowi instruksikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto beserta jajarannya untuk membangun road-map industri Sorgum hingga 2024.

Sorgum dikenal sebagai bahan pangan alternatif pengganti gandum. Sebagai bahan pangan, ia berada di urutan kelima setelah gandum, jagung, padi, dan jelai. Bahkan di Nusa Tenggara Timur, sorgum menjadi tanaman prioritas kedua setelah jagung.

Oleh karena itu, Jokowi ingin membangun road-map industri sorgum yang lebih tertata sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal.

“Bapak Presiden meminta agar dibuatkan roadmap produksi dan industri hilir sorgum sampai 2024. Tadi kami laporkan kondisi terkini dan target sasaran ke depan,” ujar Airlangga setelah menghadiri rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 4 Agustus 2022.

Saat ini, jumlah produksi sorgum mencapai 15,243 ton, tersebar di enam provinsi di Indonesia dengan total lahan seluas 4.355 hektare. Pemerintah menargetkan hingga akhir tahun bisa menambah luas lahan mencapai 15 ribu hektare.

“Bapak Presiden meminta diproritaskan untuk daerah Waingapu, Nusa Tenggara Barat yang kemarin sudah dilihat beliau,” tuturnya.

Airlangga melanjutkan, pemerintah menargetkan akan memperluas lahan tanam sorgum hingga 115 hektare pada tahun 2023, kemudian menjadi 154 hektare di tahun 2024.

Untuk itu, Menko Perekonomian akan menggandeng Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kementerian Pertanian untuk membantu menyiapkan ekspansi lahan tersebut. Sorgum diprioritaskan karena pemerintah melihat potensi besar pada bahan pangan tersebut.

Baca juga: Sudah 3 Tahun Tak Impor Beras, Jokowi: Swasembada Beras Indonesia Segera Terwujud

Menko Perekonomian mengungapkan, kini harga komoditas itu mencapai Rp3.500 per kilogram. Dengan produksi 3,5 ton per hektare, nilai yang dihasilkan bisa mencapai Rp12,5 juta. Sementara, biaya produksi hanya Rp8,4 juta. Nilai jual yang lebih besar bahkan bisa diperoleh bila sorgum diolah menjadi produk jadi atau setengah jadi.

Presiden Jokowi memang memiliki mimpi membawa Indonesia menjadi salah satu negara penghasil sorgum terbesar di dunia. Ia ingin Indonesia bisa terlepas dari ketergantungan gandum yang sulit berkembang di Indonesia.

Selain itu, gandum merupakan komoditas pangan yang harganya terus menerus naik. Mengingat negara-negara produsen (gandum) mulai menghentikan ekspornya demi memenuhi kebutuhan masing-maisng.

Jokowi ingin Indonesia memiliki banyak substitusi bahan pangan pokok agar selalu siap menghadapi krisis yang terjadi di dunia seperti sekarang ini.

“Dengan demikian kita harus mengembangkan tanaman pengganti dari gandum dan jawabannya adalah sorgum. Indonesia tentu punya beberapa alternatif lain sepertu sagu dan singkong. Bapak Presiden meminta semua dipersiapkan sehingga kita punya subtitusi dan diversifikasi dari produk tersebut,” jelas Airlangga.

 

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini