Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Kemendag Sebut Ada Mafia Minyak Goreng, Polri: Belum Ketemu

JAKARTA, Aktualiti.com – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR pada Kamis, 17 Maret 2022 bahwa tersangka mafia minyak goreng akan diumumkan pada Senin 21 Maret 2022. Namun, sampai berita ini diturunkan, Mendag masih belum umumkan Mafia Minyak Goreng.

Dalam kesempatan yang berbeda, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan menambahkan kemendag telah mengonfirmasi adanya praktik mafia minyak goreng.

Baca juga : Pemerintah Putuskan Subsidi Minyak Goreng

“Pak Menteri dan kami merasa yakin cukup bukti, ternyata mungkin dari aparat hukum belum cukup,” kata Oke dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI secara virtual, Kamis (24/3/2022).

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade selalu penasaran dan menanyakan berkali-kali mengapa mafia minyak goreng masih belum terungkap.

“Jadi gitu? Dari Kemendag sudah merasa cukup bukti, mungkin dari aparat penegak hukum versinya belum cukup gitu ya ?,” tanya Andre.

“Mungkin, jadi belum diumumkan,” jawab Oke singkat.

Baca juga : HET Minta Goreng Dicabut, Masih Tetap Langka?

Sebelumnya Kepala Satgas Pangan Polri Irjen Helmy Santika menegaskan pihaknya belum menemukan adanya mafia minyak goreng.

“Sejauh ini belum ditemukan mafia minyak goreng, mafia lebih dikonotasikan sebagai persekongkolan besar, yang masif dan terstruktur dengan melibatkan banyak pihak,” ujar Helmy kepada wartawan, Rabu (23/3/2022).

Helmy melanjutkan bahwa pihaknya sampai saat ini tidak ditemukan praktik seperti itu. Yang ditemukan di lapangan cukup banyaknya pedagang dadakan, reseller, dan pelaku usaha yang tidak mengikuti kebijakan pemerintah.

Mendag Lutfi mengatakan bahwa ini adalah spekulasi atau deduksi Kementerian Perdagangan, ada orang-orang yang tidak sepatutnya mendapatkan hasil dari minyak goreng ini.

Baca juga : Wapres Ancam Penimbun Jelang Ramadhan

“Misalnya yang seharusnya jadi konsumsi masyarakat masuk ke industri, atau diselundupkan ke luar negeri, ini adalah mafia yang mesti kita berantas bersama-sama,” Pungkas Mendag.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini