Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Konflik Rusia-Ukraina dan Nasib Harga Seporsi Mi di Indonesia

Jakarta, Aktualiti.com – Konflik berkepanjangan Rusia-Ukraina dapat memengaruhi harga seporsi mi seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Jika tak kunjung surut, dampak konflik Rusia – Ukraina pada perekonomian dunia akan semakin meluas, salah satunya pada harga semangkuk mi, termasuk Indonesia. Kedua negara itu (Rusia-Ukraina) menyumbang 25,7 persen ekspor gandum dunia yang merupakan bahan baku mi.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebutkan harga mi instan akan naik tiga kali lipat. Pasalnya, 180 juta ton gandum tertahan akibat konflik Rusia-Ukraina.

Total volume ekspor gandum global pada 2020/2021 sebesar 198,6 juta ton atau meningkat dari periode 2019-2020 yang sebanyak 194,9 juta ton. Kontribusi Rusia terhadap ekspor gandum dunia sebesar 17,7 persen, sedangkan Ukraina 8 persen.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina, harga komoditas dunia bergejolak. TradingEconomics mencatat, harga gandum global pada pekan terakhir Februari 2022 melonjak menjadi 9,3 dollar AS per gantang.

Sejak Pandemi Covid-19, konsumsi mi dunia mengalami kenaikan, walaupun tipis. Asosiasi Mi Instan Dunia (World Instant Noodle Association/WINA) mencatat, konsumsi mi instan global pada 2020 mencapai 116,56 miliar porsi, naik dari 2019 hingga 106,4 miliar porsi.

Baca juga : Dampak Perang Rusia-Ukraina, Menteri Pertanian SYL Sebut Harga Mi akan Naik Tiga Kali Lipat

China dan Hongkong berada pada tingkat pertama konsumsi mi instan di dunia mencapai 46,35 miliar porsi. Indonesia menempati peringkat kedua, yaitu 12,64 miliar porsi mi instan. Disusul kemudian oleh Vietnam dengan 7,03 miliar porsi, India (6,73 miliar porsi), Jepang (5,97 miliar porsi) dan Amerika Serikat (5,05 miliar porsi).

Sementara itu, berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Badan Pusat Statiska menyebutkan, pada 2019 konsumsi mie instan penduduk Indonesia 12,6 miliar bungkus setahun. Terus bertambah pada 2020 menjadi 13,2 miliar bungkus setahun.

Karena itu, tidak mengherankan Indonesia menjadi pengimpor gandum terbesar ke-14 dunia, yaitu 10,4 juta ton. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada 2021 total nilai impor gandum Indonesia sebanyak 3,54 miliar dollar AS.

Tahun lalu, Ukraina merupakan pasokan pengimpor gandum terbesar kedua di Indonesia yang mencapai 25,91 persen setelah Australia yaitu 41,58 persen. Konflik Rusia-Ukraina berpotensi membuat Indonesia kehilangan pasokan gandum.

Per Maret 2021 rata-rata pengeluaran konsumsi mi instan per kapita per bulan masyarakat Indonesia mencapai Rp. 3.963, naik dari Maret 2020 sebesar Rp. 3.626. Di sisi lain, rata-rata pengeluaran konsumsi mi bakso, mi rebus dan mi goreng per kapita per bulan, naik dari Rp. 2.432 pada Maret 2020 menjadi Rp. 2.666 pada Maret 2021.

Reporter: Dwi Kurnia

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini