Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Luhut: Aplikasi PeduliLindungi Bisa Tangani Masalah Minyak Goreng

Jakarta, Aktualiti.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan akan gunakan aplikasi PeduliLindungi untuk mengawal distribusi minyak goreng.

Hal ini dilakukan demi tercapainya minyak goreng sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) usai subsidi minyak goreng dicabut dan diganti dengan penerapan Domesctic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO).

Baca juga : Jokowi Larang Ekspor Minyak Goreng dan CPO, Ini Dampaknya!

Menurut Luhut, masalah distribusi bisa ditangani dengan aplikasi PeduliLindungi, mengingat rekam jejak aplikasi ini dalam menangani masalah Covid-19 sangat cepat dan lengkap.

“Kita melihat PeduliLindungi ini yang kita gunakan dulu waktu Covid-19 itu sangat bagus dan sangat lengkap dan bisa cepat untuk menangani masalah distribusi ini,” ujar Luhut dalam konferensi pers minyak goreng, Minggu (5/6/2022).

Saat pemberlakuan PPKM di seluruh Indonesia, aplikasi PeduliLindungi terbukti efektif memantau mobilitas orang secara akurat dan realtime.

“Kami juga ke depan ini akan mengaktifkan semua sistem digitalisasi menjadi satu nanti masuk di PeduliLindungi,” kata Luhut.

Baca juga : Subsidi Minyak Goreng Curah Dicabut, Apa Penggantinya?

Dengan penerapan ini, pengusaha diharapkan patuhi peraturan DMO dan DPO. Adapun sejak 1 Juli 2022, pemerintah menetapkan jumlah DMO sebanyak 300.000 ton minyak goreng per bulan.

Angka tersebut 50 persen lebih tinggi dibandingkan kebutuhan domestik, sehingga harga minyak goreng bisa turun hingga Rp 14.000 – Rp 15.000

Luhut melanjutkan, pemakaian aplikasi PeduliLindungi dilakukan karena masih adanya penyelewengan di berbagai tempat. Di Jakarta ada beberapa produsen yang menimbun pasokan minyak goreng.

Sementara di Jawa Barat, harga minyak goreng masih tinggi karena adanya praktik monopoli. Sedangkan di daerah Sumatera Utara, produk yang seharusnya dikirim ke distributor justru kembali berputar ke produsen.

Baca juga : Stok Melimpah, Jokowi: Ekspor Minyak Goreng Akan Kembali Dibuka

“Jadi dia berputar kembali. Minyak goreng curah tersebut kemudian dikemas ke kemasan premium dan dijual dengan harga premium. Ini tentunya merugikan konsumen yang membelinya karena di sini ada permainan,” ungkap Luhut.

Luhut mengatakan pengusaha tidak perlu khawatir selama tidak melanggar peraturan. Namun bagi pengusaha yang melakukan pelanggaran, pemerintah tak akan segan untuk memberlakukan hukuman.

“Maka pemerintah tidak akan segan-segan mengambil tindakan dan hukuman sesuai dengan Undang-undang dan peraturan yang berlaku,” tuturnya.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini