Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Menko Airlangga: Metaverse Berpotensi Naikkan PDB Global Rp20.720 T

Jakarta, Aktualiti.com – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh PricewaterhouseCoopers (PwC), teknologi Virtual Reality dan Augmented Reality (VR/AR) dalam metaverse berpotensi menaikkan Produk Domestik Bruto (PDB) global sebesar Rp20.720 triliun.

Airlangga memaparkan bahwa dengan adanya penggunaan teknologi VR/AR dalam metaverse tersebut dapat menciptakan 23,3 juta lapangan pekerjaan baru pada 2030.

Maka dari itu, ia menilai bahwa optimalisasi teknologi metaverse mempunyai dampak positif untuk perekonomian nasinal.

“Optimalisasi teknologi metaverse merupakan peluang baru yang dapat menciptakan nilai tambah, produktivitas, dan inovasi yang berdampak pada perekonomian nasional,” ungkap Airlangga seperti dikutip dari CNN.

Airlangga juga menjelaskan bahwa pengembangan metaverse sudah banyak dilakukan oleh perusahaan global. Karena, dalam metaverse orang-orang bisa berinteraksi secara virtual tetapi mirip dengan kehidupan nyata.

Adapun di Indonesia, ia mengatakan bahwa untuk mengembangkan metaverse dibutuhkan kesiapan sari berbagai aspek, seperti kompetensi sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, literasi, talenta digital, riset, inovasi, ekosistem bisnis, pengembangan usaha, investasi, dan pendanaan.

Untuk itu, dibutuhkan dukungan dari berbagai kementerian/lembaga serta pemangku kepentingan untuk mengembangkan metaverse di Indonesia.

“Kolaborasi antar pemangku kepentingan, seperti pemerintah, akademisi, praktisi dunia usaha atau industri, dan asosiasi juga menjadi prasyarat utama dalam mengembangkan metaverse dan ekonomi digital di Indonesia,” tutur Airlangga.

Ia juga menjelaskan bahwa seiring dengan berkembangnya metaverse di Indonesia, ekonomi digital akan semakin meningkat.

Sebagai informasi, nilai ekonomi digital di RI tercatat sebesar US$70 miliar atau Rp1.038 triliun. Bahkan, berbagai pihak memprediksi tahun 2025 nilanya akan tembus US$146 miliar atau Rp2.166 triliun dan pada 2030 akan naik menjadi US$330 miliar atau Rp4.895 triliun.

Reporter: Ali Ruhiyat

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini