Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Menteri Pertanian: Ketersediaan Pangan Jelang Ramadhan Terkendali

JAKARTA, Aktualiti.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan kondisi ketersediaan pangan pokok menjelang ramadhan cukup terkendali, baik itu melalui pemenuhan dari dalam negeri maupun impor dari luar negeri.

“Ketersediaan (pangan) dalam kondisi aman, sekali lagi cukup baik dan terkendali,” tegas Syahrul dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta, Selasa (22/3/2022).

Menteri Pertanian mengatakan ketersediaan relatif aman untuk komoditas beras, jagung, bawang merah, cabai merah, daging ayam, telur ayam, dan minyak goreng. Dia menyebut ketersediaan komoditas tersebut dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Sementara beberapa komoditas seperti stok kedelai, bawang putih, daging sapi, dan gula konsumsi disubstitusi dari impor luar negeri.

“Stok akhir Mei 2022 untuk beras diperkirakan sebesar 9,82 juta ton dengan telah memperhitungkan perkiraan panen raya,” ujar Mentan.

Ketersediaan komoditas seperti bawang merah hingga akhir Mei 2022 sebanyak 92 ribu ton, jagung sebanyak 3,18 juta ton, cabai merah keriting 83 ribu ton, cabai rawit merah 63 ribu ton, daging ayam ras 357 tibu ton, telur ayam ras 188 ribu ton, dan minyak goreng 663 ribu ton.

Sementara komoditas yang perlu disubstitusi melalui impor hingga akhir Mei 2022 ialah kedelai 142 ribu ton dengan rencana impor 735 ribu ton, bawang putih 95 ribu ton dengan impor 114 ribu ton, daging sapi 31 ribu ton dengan impor 97 ribu ton, dan gula konsumsi 597 ribu ton dengan impor 841 ribu ton.

Mentan juga memastikan pihaknya berupaya melakukan distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit untuk memenuhi ketersediaan pangan di seluruh wilayah.

“Untuk memastikan stabilitas dan ketersediaan pangan pokok lainnya seperti bawang merah cabai, daging sapi, minyak goreng, dan gula, Kementerian Pertanian telah mempersiapkan langkah terobosan dengan menggandeng stakeholder terkait untuk mendistribusikan komoditi pangan strategis dari daerah surplus ke daerah defisit. Contohnya untuk memenuhi defisit cabai besar di Maluku dan Papua didatangkan dari Sulawesi Selatan, defisit di sebagian Sumatera didatangkan dari Jawa Tengah, dan defisit di Kalimantan didatangkan dari Bali.”  Pungkas Syahrul.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini