Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

PB PMII: Indonesia Akan Jadi Pusat Perekonomian Syariah Dunia

JAKARTA, Aktualiti.com – Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Panji Sukma Nugraha memprediksi nantinya Indonesia akan menjadi pusat perekonomian syariah dunia.

Hal tersebut ia sampaikan dalam sambutannya pada Seminar Ekonomi Syariah yang merupakan rangkaian kegiatan peringatan Harlah ke-62 PMII, Rabu (6/4/2022). Acara yang bertema “Penguatan Ekosistem dan Keuangan Syariah Menuju Indonesia Pusat Ekonomi Syariah 2024” bertempat di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta.

“Dulunya Bank Syariah dikelola oleh beberapa bank (BUMN). Tapi saat ini pemerintah merger beberapa bank tersebut yang kemudian hari ini bernama Bank Syariah Indonesia (BSI). Tujuannya adalah menjadi Indonesia pusat perekonomian dunia. Tentunya ini menjadi visi besar yang harus kita tangkap karena pemuda memiliki peran dalam pembangunan ekonomi Syariah”, ungkap Panji.

Ia juga berharap kedepannya BSI dengan PMII ada kerjasama program-program pengembangan ekonomi syariah. Karena saat ini PB PMII mempunyai Lembaga Ekonomi Syariah yang berfokus pendampingan UMKM, pengembangan ekonomi dan pariwisata syariah.

Lihat juga : Rangkaian Harlah ke-62, PB PMII Gelar Seminar Ekonomi Syariah

Pada kesempatan yang sama Kepala Divisi Kemitraan dan Akselerasi Usaha Syariah – Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Achmad Iqbal sebagai narasumber seminar menyampaikan bahwa pergerakan ekonomi syariah di Indonesia sudah cukup luar biasa hebat. Bahkan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia mendapatkan penghargaan Global Islamic Finance Award sebagai pimpinan negara yang mempunyai perhatian khusus terhadap perkembangan ekonomi syariah.

“Rating perkembangan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia di tingkat Global mengalami kenaikan yang signifikan terutama halal food. Kalau kita melihat di Islamic Finance Development Indicator (IFDI) perkembangan keuangan syariah kita terbesar kedua di dunia. Tetapi, literasi ekonomi syariah kita masih rendah. Harapannya PMII lewat Lembaga Ekonomi Syariah bisa turut membantu terkait pemahaman masyarakat lebih kuat lagi,” ungkap Iqbal.

Narasumber lain dari Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Syukri Rahmatullah mengaku sangat berbahagia karena biasanya PMII berbicara politik. Namun, sekarang mulai berbicara juga perihal ekonomi.

“Saya sebenarnya kalau berbicara di depan sahabat-sahabat PMII seperti kembali ke masa lalu. Karena saya juga alumni PMII, tahun 1999, jadi seperti kembali ke rumah sendiri. Sangat senang karena biasanya berbicara politik melulu. Sekarang sudah berbicara soal ekonomi dan ekonomi syariah,” ungkap Syukri.

Pria yang juga sebagai Chief of Editor IDX Channel itu menyampaikan arah kebijakan Pengurus Pusat MES antara lain, pengembangan pasar industri halal di dalam dan luar negeri, pengembangan industri keuangan syariah nasional, investasi bersahabat yang melibatkan pengusaha di daerah dan pengembangan ekonomi syariah dari pedesaan secara berkelanjutan.

“Kedepan masih sangat banyak sekali tantangan kita. Tadi juga sudah menjadi catatan walaupun pertumbuhan kita tinggi. Tapi secara kapitalisasi tentang ekonomi syariah masih jauh dibandingkan konvensional. Yang terpenting inklusi adalah literasi dan inklusi. Bagaimana masyarakat disadarkan untuk menjalankan ekonomi dan keuangan syariah,” pungkasnya.

Direktur Penjualan dan Distribusi BSI Anton Sukarna, narasumber terakhir sebelum menyampaikan materinya mengingatkan beraktivitas organisasi itu hasilnya terkadang tidak ditemukan saat berorganisasi. Namun kedepan pasti akan ada hasilnya.

“Berbahagialah temen-temen di masa di mana. Masih aktif melakukan hal-hal seperti ini. Karena ini membangun kapasitas dan kapabilitas,” imbuh Anton.

Setelah itu, Anton mengatakan bahwa perbankan syariah itu bukan hanya menghimpun dan menyalurkan dana. Namun juga mempunyai fungsi sosial yaitu sebagai lembaga baitul mal. Hal tersebut harus dipahami ketika berbicara perbankan syariah, perspektifnya bukan hanya transaksi formal finansial. Akan tetapi juga fungsi sosial.

“BSI mempunyai beberapa program untuk pemuda. Program tersebut memberikan beasiswa pemuda muslim termasuk mahasiswa menjadi pengusaha. Nantinya diberi pelatihan sebagai pengusaha muda dan pasca pelatihan diberi modal oleh BSI. Dengan harapan kelak mempunyai kontribusi ekonomi keumatan dan berdampak terhadap ekonomi bangsa,” pungkas Anton.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini