Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Pembelian Pertalite dan Solar akan Menggunakan Aplikasi MyPertamina

Jakarta, Aktualiti.com – PT Pertamina gunakan mekanisme khusus terkait pembelian dan kriteria pembeli jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite dan Solar. Nantinya Pertalite dan solar akan dibatasi menggunakan aplikasi MyPertamina.

Pembatasan dilakukan untuk memastikan kuota Pertalite dan Solar bisa cukup hingga akhir tahun. Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan mekanisme pembelian Pertalite akan dibatasi menggunakan aplikasi MyPertamina. Selama ini aplikasi tersebut digunakan untuk cashless payment pembelian BBM di SPBU.

“Kita sedang uji coba untuk menggunakan MyPertamina digunakan untuk BBM subsidi, supaya lebih targeted. Kalau sekarang semua orang bisa, tergantung risih apa enggak pakai mobil bagus beli Pertalite atau Biosolar,” jelasnya saat Media Gathering, Rabu (8/6/2022).

Pertama, Pembatasan ini terkait dengan kriteria siapa saja yang berhak untuk menikmati BBM bersubsidi ini.

“Nanti ada detailnya jenis-jenis kendaraan masyarakat berhak itu. Nanti yang sudah ada kriteria yang jelas akan langsung bisa di-set di digitalisasinya, sehingga nanti kalau ada yang tidak berhak ini tidak bisa ngocor nozzle-nya,” terangnya.

Hal tersebut juga untuk mencegah jikalau ada oknum yang memaksa dan melakukan kekerasan untuk mendapatkan BBM bersubsidi tersebut. JIka sudah tersistem melalui aplikasi, maka oknum mau tidak mau harus patuh.

Baca juga : BPH Migas Susun Peraturan Baru, Mobil Mewah Dilarang Beli Pertalite

Selain dari pengaturan kriteria pembeli, Nicke menjelaskan akan memberlakukan pembatasan kuota pembelian harian Pertalite dan Solar.

“Kedua adalah pencurian, bisa dalam arti mencuri ada juga yang membeli berlebihan di SPBU, itu juga sekarang kita sedang set untuk yang kendaraan-kendaraan kita maksimalkan 200 liter (per hari),” ucap Nicke.

“Yang Nakalnya tuh mereka beli 150 liter, lalu beli lagi 150 liter, beli lagi 100 liter, jadi total dalam sehari itu bisa 2000 liter misalnya. Itu juga sama secara sistem akan menolong (diatur),” tambahnya.

Kemudian, untuk mendapatkan kuota BBM bersubsidi ini, pembeli harus mendaftarkan nomor pelat kendaraannya di aplikasi MyPertamina.

“Sekarang dari nomor kendaraan sehingga nanti untuk yang berhak itu harus terdaftar di MyPertamina. Jadi kalo enggak ada itu otomatis tidak bisa,” tegasnya.

Dia juga menyampaikan bahwa sistem digital ini akan diberlakukan bukan hanya di SPBU besar saja, namun juga 321 lokasi BB, satu harga dan 4.500 Pertashop yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Pertashop juga akan kita pasang digitalisasinya untuk memastikan karena asupannya ini kadang terlambat, kita bisa pastikan untuk supply setiap desa ini bisa kita lakukan. jadi program ini untuk meningkatkan aksesibilitas energi,” pungkasnya.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini