Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Simalakama BBM Subsidi: Mahal Rakyat Teriak, Murah APBN Membengkak

Jakarta, Aktualiti.com – Pemerintah sedang dilema antara menaikkan harga BBM atau tetap menjaga harga BBM tetap sama. Pasalnya, kenaikkan harga BBM banyak ditolak oleh masyarakat, namun jika tidak dinaikkan, APBN akan mengalami tekanan yang luar biasa.

Harga minyak mentah dunia kini telah mencapai angka 100 usd per barel. PT Pertamina terpaksa harus menyesuaikan kenaikan harga tersebut. Bukan hanya BBM subsidi, BBM non subsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex kini sudah naik.

Padahal anggaran subsidi tahun ini sudah begitu besar yaitu Rp 502 triliun. Dengan anggaran jumbo itu, pemerintah sudah berkorban demi masyarakat agar harga BBM masih terjangkau bagi daya beli masyarakat yang belum benar-benar pulih. Padahal harga keekonomiannya sudah mencapai dua kali lipatnya.

Tekanan bagi APBN semakin besar karena ternyata subsidi yang diberikan diperkirakan tidak cukup, bahkan berpotensi membengkak sampai Rp 700 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dibuat pusing karena polemik BBM ini.

“Kita tidak mencabut subsidi, uang Rp 502 triliun ini akan habis kan. Pertanyaannya adalah mau tambah anggaran atau enggak? Kalau tambah, darimana anggarannya? Suruh ngutang?,” ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Kamis (25/08/2022).

Disamping itu ada peringatan khusus dari Presiden Jokowi agar Sri Mulyani dan kawan-kawan harus berhati-hati dalam penentuan kebijakan subsidi BBM ini.

Skema subsidi yang digalakkan pemerintah ternyata tidak memenuhi target. Bahkan bisa dibilang salah sasaran.

“Subsidi ratusan triliun yang kita berikan justru dinikmati oleh masyarakat kelompok mampu,” ujar Sri Mulyani

Potensi pembengkakan anggaran subsidi terbuka lebar. Sri Mulyani berujar jika tren kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan kurs, dan volume terus melampaui kuota, maka anggaran subsidi dan kompensasi harus ditambah lagi Rp 195,6 triliun.

Namun Menteri ESDM justru mengungkapkan kini pemerintah tengah menjaga angka subsidi energi di angka Rp 502 triliun. Hal ini agar tidak memberikan tekanan kepada APBN.

“Pemerintah pertahankan subsidi energi Rp500 triliun. Kalau itu bisa dihemat, kenapa mesti diboroskan,” ujarnya dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat 26 Agustus 2022 dikutip dari Antara.

Pemerintah kini tengah mengkaji lebih mendalam agar kebijakan yang dikeluarkan mampu memberikan angin segar bagi masyarakat, namun juga tidak memberatkan beban pemerintah.

“(Keputusan menaikkan BBM) belum minggu ini…, biar tenang dulu semuanya,” pungkas Menteri ESDM.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini