Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Singgung Kementrian Hingga Pemda Masih Banyak Impor, Jokowi: Alasannya Banyak Sekali

Jakarta, Aktualiti.com – Presiden Joko Widodo geram masih banyak kementerian/lembaga dan pemerintah daerah yang masih doyan beli barang impor. Sejumlah alasan bahkan disampaikan agar tetap bisa beli barang impor.

“Alasannya macam-macam. Produk dalam negeri speknya tidak pas lah, kualitasnya tidak baik lah. Alasan banyak sekali,” ujar Jokowi dalam pembukaan Rakornaswasin BPKP di Istana Negara, Jakarta, Selasa (14/6/2022).

Jokowi memberi contoh barang-barang yang masih saja diimpor. Pertama, mesin jahit low speed.

Produk tersebut diimpor dengan harga Rp 13 juta per unit. Padahal di dalam negeri produk yang sama sudah ada, bahkan dengan harga yang lebih murah yaitu Rp 12,8 juta.

Kedua adalah pipa oksigen. Alat medis itu diimpor seharga Rp 8.300 per unit. Sementara di dalam negeri, barang serupa dijual hanya Rp 6.900 per unit.

“Apa sih bedanya? Lebih murah jelas. Tapi beli impor. Ini saya cek. Alasannya ada saja. Kualitasnya, Pak. Speknya tidak pas, Pak. Kayak kita ini orang tidak mengerti masalah spesifikasi. Ada alasan satu warna merah, satu warna putih. Saya senang warna putih. Tidak ada,” ungkap mantan Wali Kota Solo itu.

Baca juga : Jokowi: Produk Dalam Negeri Bisa Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Ia mengaku sedih uang dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) malah dipakai untuk belanja produk impor. Padahal, mengumpulkannya diakui sulit

“Ini uang rakyat, uang yang dikumpulkan dari pajak baik PPN, PPh Badan, PPh perorangan, PPh karyawan, bea ekspor, dari PNBP dikumpulkan dengan cara yang tidak mudah kemudian belanjanya belanja produk impor. bodoh sekali kita. maaf. kita ini pintar-pintar, tapi kalau caranya seperti ini bodoh sekali kita. saya harus ngomong apa adanya,” kata Presiden.

Dengan membeli produk impor, nilai tambah yang dihasilkan tentu akan didapatkan oleh negara lain. Padahal jelas Jokowi ingin nilai tambah yang ada masuk ke tanah air.

“Ini APBN loh. ini uang APBD loh. belinya produk impor. nilai tambahnya yang dapat negara lain, lapangan kerja yang dapat orang lain apa nggak bodoh orang kita ini?,” tanyanya.

Presiden Jokowi menegaskan untuk tetap membeli produk dalam negeri meskipun ada selisih harga yang sedikit lebih mahal. Ia meminta untuk memprioritaskan produk dalam negeri.

“Ada alat mekanik yang impor harganya 22,9 juta, yang dalam negeri 28 juta, tetap beli yang dalam negeri. Terpaut sedikit tidak apa-apa karena nilai tambah ada di dalam negeri, lapangan kerja ada di dalam negeri. Tidak ada alasan,” tegas Jokowi.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini