Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Singgung Menkes Sampai Mentan Soal Impor Barang, Jokowi: Jengkel Saya!

JAKARTA, Aktualiti.com – Presiden Joko Widodo meluapkan rasa jengkelnya atas tingginya impor barang di kalangan instansi pemerintahan. Padahal dana yang disediakan seharusnya mampu untuk memacu pertumbuhan ekonomi.

“Jangan tepuk tangan dulu! Begitu saya cek yang terjadi, sedih saya. Belinya barang-barang impor semua,” ujar Jokowi di hadapan Gubernur, Bupati, Menteri dan pemangku kepentingan lainya di acara Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, Jumat (25/2/2022)

Hal pertama yang membuat Jokowi jengkel ketika mengetahui CCTV yang digunakan di kementrian/lembaga instansi pemerintah lainnya masih impor. Padahal industri dalam negeri sudah mampu memproduksinya.

“Apa-apaan ini. Dipikir kita bukan negara yang maju? CCTV aja mesti impor,” ucapnya marah.

Baca juga : Presiden Jokowi, “Produk Dalam Negeri Bisa Pacu Pertumbuhan Ekonomi Nasional”

Selanjutnya, Jokowi menyinggung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, karena dirinya menemukan beberapa alat kesehatan yang dibeli secara impor, seperti kasur rumah sakit. Padahal di Yogyakarta, Bekasi, dan Tangerang sudah ada yang memproduksi barang tersebut.

“Mau diteruskan? Silakan. Nanti mau saya umumkan. Menteri Kesehatan masih impor, Rumah Sakit ini masih impor, tak baca nanti,” tuturnya.

Kemudian Jokowi menyoroti Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terkait traktor dan alsintan di Atambua, Nusa Tenggara Timur yang juga masih impor.

“Alsintan aja impor, jengkel saya,” cetusnya.

Jokowi lalu beralih ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Jokowi heran dengan pensil, kertas, pulpen, bangku, kursi, hingga laptop yang juga masih impor.

“Tadi pagi saya cek baru Rp 2 triliun. Ini kelihatannya ada yang tidak semangat di dalam kementerian. Urusan beli pensil, kertas, bangku, masak mau impor kita, laptop juga mau impor kita? kita sudah bisa bikin semuanya itu. Sudahlah jangan diterus-teruskan,” tegas Jokowi.

Jokowi mengatakan seharusnya instansi pemerintah hingga BUMN konsisten membeli barang-barang yang diproduksi dalam negeri.

“Kita diam saja tapi kita konsisten membeli barang yang diproduksi oleh pabrik-pabrik kita, industri-industri kita, UKM-UKM kita, kok nggak kita lakukan? Bodoh sekali kita kalau nggak melakukan ini. Malah beli barang-barang impor. Mau kita terus-teruskan? Ndak, ndak bisa,” Pungkasnya.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini