Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Sri Mulyani Beberkan Subsidi Energi Banyak Dinikmati Orang Mampu

Jakarta, Aktualiti.com – Pemerintah telah menganggarkan dana jumbo Rp 502 triliun untuk subsidi energi tahun ini. Namun dana jumbo tersebut diperkirakan tidak cukup karena mayoritas subsidi Solar, Pertalite, dan LPG 3 kg dinikmati rumah tangga mampu.

“Kami sudah menghitung sesuai permintaan Bapak Presiden untuk melihat kemampuan APBN. Jika tren kenaikan harga minyak dunia dan pelemahan kurs, dan volume terus melampaui kuota, maka anggaran subsidi dan kompensasi harus ditambah lagi Rp 195,6 triliun,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers, Jumat (26/08/2022).

Isu kenaikan harga BBM subsidi sedang santer diperbincangkan. Semakin panas lagi karena harga keekonomian energi dunia sedang tinggi karena berbagai krisis.

Baca juga : Sri Mulyani: Jika Harga BBM Tidak Naik, Mau Tambah Anggaran dari Mana?

Sri Mulyani membeberkan, pemeritah telah menambah subsidi BBM dan LPG sebesar Rp 71,8 trilun untuk BBM dan LPG, serta Rp 3,1 triliun untuk listrik. Dengan demikian dana subsidi meningkat menjadi Rp 208,9 triliun dan dana kompensasi BBM meningkat Rp 252 triliun.

Kenaikan angka subsidi tersebut membuat pemerintah mampu menekan harga jual Pertalite, Solar, dan LPG 3 kg. Harga keekonomian BBM jenis Pertalite kini di angka Rp 17.200 per liter, sedangkan di Indonesia dijual dengan harga hanya Rp 7.650 per liter.

Sementara itu Solar memiliki harga keekonomian di angka Rp 17.600 per liter, sedangkan harga solar di Indonesia dijual kisaran Rp 5.150 per liter. Tabung gas 3 kg yang saat ini mencapai Rp 18.500 per kg, bahkan hanya dijual Rp 4.250 per kg.

“Subsidi ratusan triliun yang kita berikan justru dinikmati oleh masyarakat kelompok mampu,” ujar Sri Mulyani

Baca juga : Pemerintah Siapkan Dana Rp 502,4 Triliun untuk Subsidi Energi Tahun Depan

Lebih detail, Sri Mulyani membeberkan hanya 11 persen subsidi solar dinikmati rumah tangga, sisanya 89 persen dinikmati dunia usaha. Dari 11 persen rumah tangga itu, 95 persennya adalah rumah tangga mampu dan hanya 5 persen rumah tangga miskin yang menikmatinya.

Sementara untuk Pertalite, 86 persen subsidi dinikmati rumah tangga sedangkan sisanya 14 persen dunia usaha. Adapun dari presentase rumah tangga di atas, hanya 20 persen rumah tangga miskin yang menikmati subsidi, sisanya adalah rumah tangga mampu.

Ia juga menyebutkan bahwa 68% subsidi LPG 3 kg dinikmati oleh rumah tangga mampu. Sementara 98% konsumsi Pertamax dinikmati rumah tangga, di mana 86% di antaranya merupakan kelompok mampu.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini