Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Stok Melimpah, Jokowi: Ekspor Minyak Goreng Akan Kembali Dibuka

Jakarta, Aktualiti.com– Presiden Joko Widodo memberikan instruksi untuk kembali membuka kran ekspor minyak goreng. Jokowi menuturkan bahwa kebutuhan nasional bulanan minyak goreng telah terpenuhi. Hal tersebut disampaikan pada Kamis, 19 Mei 2022 melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Kebutuhan minyak goreng nasional per bulannya untuk sebesar 191 ribu ton. Sebelum dilakukannya pelarangan ekspor minyak, pasokan minyak goreng nasional per bulannya hanya mencapai 64.5 ribu ton.

“Alhamdulillah, pasokan minyak goreng terus bertambah. Kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah adalah sebesar kurang lebih 194 ribu ton per bulannya, dan pada bulan Maret sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokan kita hanya mencapai 64,5 ribu ton. Namun setelah dilakukan pelarangan ekspor di bulan April, pasokan (minyak goreng) kita mencapai 211 ribu ton perbulannya, melebihi kebutuhan nasional kita.”

Dengan melimpahnya stok minyak goreng dalam negeri, harga rata-rata nasional minyak goreng pun juga cenderung turun.

“Selain itu juga terdapat penurunan harga rata-rata nasional minyak goreng. Pada bulan April-Mei sebelum pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional minyak goreng berkisar kurang lebih Rp19.800. Setelah adanya pelarangan ekspor, harga rata-rata minyak goreng nasional turun menjadi Rp17.200 sampai Rp17.600.”

Presiden Jokowi melanjutkan bahwa walaupun pemerintah akan membuka kran ekspor minyak goreng, pemerintah akan terus memantau dengan ketat untuk memastikan pasokan minyak goreng tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Di lain kesempatan, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan akan memberlakukan kembali domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO) yang diatur oleh Kementerian Perdagangan.

Hal ini diterapkan menyusul dibukanya kembali ekspor minyak goreng dan Crude Palm Oil (CPO). Dengan kebijakan DMO dan DPO, diharapkan dapat menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng dalam negeri.

“Kebijakan tersebut akan diikuti dengan upaya tetap menjamin ketersediaan bahan baku minyak goreng dengan penerapan DMO oleh Kemendag dan DPO yang mengacu pada kajian BPKP, ini juga akan ditentukan oleh Kemendag,” kata Airlangga dalam keterangan resminya secara virtual, Jumat, 20 Mei 2022.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini