Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Tidak Perlu Gaya-gayaan, Kini Garuda Akan Fokus Rute Domestik

Jakarta, Aktualiti.com – Maskapai penerbangan pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk kini akan berfokus menggarap layanan penerbangan domestik setelah memenangkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Sebelumnya, perusahaan dengan kode emiten GIIA ini dipastikan akan mendapatkan suntikan modal dari pemerintah sebesar Rp 7,5 triliun melalui Penyertaan Modal Negara (PMN). Suntikan dana ini diperlukan Garuda Indonesia agar dapat keluar dari krisis keuangan.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN) Kartika Wirjoatmodjo pun optimis Garuda dapat menarik minat investor sebagai mitra strategis dalam menjalankan bisnisnya dengan masa depan yang lebih cerah.

Kartika memaparkan, maskapai BUMN ini akan lebih berfokus pada penerbangan rute domestik. Sebab, pangsa pasar rute domestik lebih banyak dan menguntungkan dibandingkan sebelumnya di mana perseroan juga menggarap rute internasional namun sepi penumpang.

“Kami yakin dengan fokus di domestik, penumpang saat peak season akan luar biasa karena banyak pemain airline luar negeri seperti Singapura, mereka nggak punya domestic market. Jadi kita optimis ada yang cukup berminat,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (28/6/2022).

Baca juga : Jokowi Teken PP Baru, Komisaris Wajib Tanggung Jawab Jika BUMN Rugi

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Saputra mengatakan rute domestik bukan hanya Jakarta-Bali, namun juga membuka rute Indonesia bagian timur dan menghubungkan antara Indonesia Timur dan Barat.

“Jadi Garuda bukan lagi maskapai yang terbang ke mana-mana dan punya pesawat banyak jenis, tapi (nanti bisa) profit. Tujuan populer bukan cuma Jakarta-Bali tapi sedang didiskusikan untuk menghubungkan Barat dan Timur. Nanti akan banyak rute ke Timur dan membangun jaringan ke Timur seperti Papua, Maluku, dan sebagainya. Dan destinasi-destinasi kementerian dan seiring tujuan destinasi wisata,” jelasnya.

Selain itu, Irfan juga berniat mengembangkan bisnis kargo, sebab selama ini perseroan terlalu berfokus pada pelayanan penumpang.

“Kargo selama pandemi cukup mengagumkan. Selama ini kita abai, fokus di penumpang,” ucapnya.

Menteri BUMN Erick Thohir juga menyatakan bahwa maskapai Garuda tidak perlu gaya-gayaan lagi. Pasalnya selama ini porsi penerbangan yang dilayani maskapai garuda hampir 70 persen merupakan penerbangan internasional sehingga menambah beban kerugian bagi perusahaan.

“Ya ngapain kita bisnis gaya-gayaan? Lebih baik kita memperbaiki domestik kita yang sangat besar marketnya,” ujar Erick Thohir di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (27/6/2022).

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini