Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Tiga Calon Ketua OJK, dari Wamen hingga Komut Bank Mandiri

AKTUALITI.COM– Siapa calon Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya terjawab sudah. Ada tiga nama yang disodorkan Ketua Pansel Calon Anggota Dewan Komisioner OJK, Sri Mulyani kepada Presiden. Ketiga nama tersebut adalah: Mahendra Siregar, Darwin Cyril Noerhadi, dan Iskandar Simorangkir.

Ketiga nama tersebut diambil setelah selesai melakukan pengujian tahap akhir atau tahap IV atau seleksi afirmasi dan wawancara untuk menjadi anggota DK OJK. Sri Mulyani menjelaskan proses afirmasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 2 hingga 5 Maret 2022.

“Panitia seleksi hari ini menyampaikan kepada presiden 21 calon yang lulus, dimana 21 calon ini adalah 3 calon untuk masing-masing jabatan,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi persnya secara virtual, Senin (7/3/2022).

Lalu, siapakah ketiga orang tersebut?

  1. Mahendra Siregar

Mahendra memang memiliki rekam jejak di bidang perekonomian setelah bergabung dengan Kementerian Luar Negeri pertama kali pada 1986.

Dia pernah bertugas sebagai Economic Third Secretary di Kedutaan Besar RI London selama 3 tahun hingga 1995.

Mahendra bergabung dengan Kementerian Koordinator Perekonomian pada 2001. Dia juga pernah dipoercaya menjadi Asisten Khusus Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti. Setelah menyelesaikan S2 jurusan ekonomi di Universitas Monash Australia, dia menjadi Deputi Menko Perekonomian Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional dari tahun 2005 – 2009.

Mahendra juga pernah berkarir di dunia perbankan dengan menjabat sebagai Ketua Dewan Direktur merangkap Direktur Eksekutif Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank pada 2009.

Adapun jabatan di korporasi lainnya, seperti di PT Drigantara Indonesia (2003 – 2008) dan PT Aneka Tambang (2009 – 2009) sebagai komisaris. Setelah itu, dia kembali ke kursi pemerintahan dengan mandat sebagai Wakil Menteri Perdagangan mendampingi Menteri Mari Elka Pangestu pada 2009 dan Wakil Menteri Keuangan di era Menteri Agus Martowardojo pada 2011 – 2013.

Pada 2018, Mahendra ditunjuk oleh Presiden untuk menjadi Duta Besar RI untuk Amerika Serikat. Tak genap setahun, dia kembali ke Indonesia setelah diamanahi jabatan Wakil Menteri Luar Negeri mendampingi Menteri Retno Marsudi.

2. Darwin Cyril Noerhadi

Komisaris Utama (Independen) PT Mandiri Sekuritas, Komisaris (Independen) PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, dan Direktur Utama/Senior Managing Director Creador Indonesia. Sebelumnya, menjabat sebagai Managing Director/CFO PT Medco Energi Internasional Tbk, Partner PricewaterhouseCoopers Indonesia – Corporate Finance, Direktur Utama PT Bursa Efek Jakarta, Direktur Utama PT KDEI, dan Executive Director PT Danareksa. Mengawali karirnya sebagai Konsultan & Peneliti di Harvard Institute for International Development (HIID) – Departemen Keuangan.

Meraih gelar Doktor di bidang Strategic Management (cum laude) dari Universitas Indonesia, MBA bidang Keuangan dan Ekonomi dari University of Houston, dan Sarjana Teknik dari Institut Teknologi Bandung.

  1. Iskandar Simorangkir

Iskandar Simorangkir lahir di Binjai, 4 Januari 1963. Menempuh pendidikan sarjana jurusan Manajemen di Universitas Udayana. Kemudian melanjutkan studi S2 dengan jurusan Ekonomi di Vanderbilt University, USA. Beliau melanjutkan studi S3 di Universitas Indonesia dengan jurusan Ekonomi. Ia aktif mengikuti beberapa pelatihan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia seperti Pendidikan Calon Pegawai Muda (1987-1988), pembekalan pengetahuan (2005) dan Sekolah Staf dan Pimpinan Bank Indonesia (SESPIBI) (2008). Selain itu, beliau juga mengikuti kursus singkat salah satunya excutive program di London Business School, UK pada tahun 2009.Sebagai bentuk dari pengabdiannya sebagai Pegawai Bank Indonesia, beliau mendapatkan penghargaan Masa Pengabdian 20 Tahun di tahun 2008, dan Masa Pengabdian 25 Tahun di tahun 2013 serta mendapatkan penghargaan tingkat nasional untuk Tim Pemantauan dan Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tahun 2016.

Ia pun aktif dalam membuat karya tulis seperti jurnal, buku dan artikel. Adapun beberapa karya tulis beliau adalah Mencermati Pemotongan Anggaran (Suara Merdeka, 2016), Buku Pengantar Kebanksentralan: Teori dan Praktik di Indonesia (2014),  Menjaga Momentum Penguatan Rupiah (Radar Semarang) (2015), Waspada Peningkatan Inflasi (Sinar Harapan) (2013), DSGE Model with Banking Sector (2013), Kajian Pangan Strategis: Analisis Ketahanan, Perdagangan Antar Daerah, Disparitas Harga dan Rekomendasi Kebijakan (2013), Kajian Indikator Peringatan Dini Bank Runs di Indonesia (2012), Understanding the Role of Fiscal Stimulus in Maintaining of Indonesia Economy, ISEAS Singapore (2011). Dalam kehidupan sosial kemasyarakatan, beliau aktif mengikuti beberapa organisasi seperti Dewan Editor Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan (2008-sekarang),  Pengurus Pusat ISEI 2015-2018 (2015-sekarang), dosen di Perguruan Tinggi Swasta (2006-Sekarang) dan Badan Perwakilan Mahasiswa FE UNUD (1984-1985).

Sebelum menjabat sebagai Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian di tahun 2017, beliau pernah menjabat diantaranya sebagai Kepala Perwakilan (Bank Indonesia) (2014), Kepala Departemen (Bank Indonesia) (2013-2014), Kepala Biro/Grup Riset Ekonomi (Bank Indonesia) (2008-2012), dan Peneliti Madya Senior (Bank Indonesia) (2005-2008).

 

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini