Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Uji Coba Kelas Standar BPJS Dimulai, Dirut BPJS: Kita Upayakan Iuran Tidak Naik

Jakarta, Aktualiti.com – BPJS mulai menjalankan peraturan barunya yaitu penghapusan layanan kelas 1-3 menjadi kelas standar. Penerapan kelas standar mulai diujicobakan dan ditargetkan bisa berlaku di 100 persen rumah sakit di paruh 2022.

“Jumlah iuran saya kira sampai 2024 tetap sama, tadi (Rapat dengan Komisi IX DPR) tidak dibahas, tapi kita terbiasa untuk berdiskusi untuk itu kita upayakan sampai 2024 tidak naik,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti di Kompleks Parlemen, Senin (04/07/2022).

Ali melanjutkan, tarif iuran yang berlaku masih sama selama proses penahapan kelas standar ini. Berdasarkan Perpres 64 tahun 2020, bagi masyarakat yang tidak mampu digolongkan sebagai Peserta Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya sepenuhnya ditanggung pemerintah. Bagi pekerja penerima upah (PPU) baik yang dibayarkan pemerintah atau swasta, iurannya sebesar 5 persen, terdiri atas 4 persen dibayar pemberi kerja dan 1 persen oleh pekerja.

Baca juga : Dirut BPJS Kesehatan Ajukan 2 Kriteria untuk Kartu Rawat Inap Standar

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa seluruh infrastruktur siap digunakan saat uji coba kelas standar.

“Kebijakan KRIS di tataran Kemenkes harus pastikan semua infrastruktur siap dan kita sudah bangun Peta Jalan infrastruktur KRIS,” kata Budi

Budi mengatakan diperlukan penyesuaian sistem INA-CBGs sebagai aplikasi yang digunakan untuk pengajuan klaim rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang mengedepankan prinsip keadilan.

“Kami ingin pastikan kapitasi ini berdasarkan rasa keadilan, ada daerah yang sulit dijangkau, dibandingkan dengan daerah perkotaan yang relatif lebih mudah dijangkau,” ujarnya.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini