Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Mengenal Kompleks Ratu Boko, Wisata Alam dan Sejarahnya di Yogyakarta

Yogyakarta, Aktualiti.com – Yogyakarta sering disebut-sebut sebagai pariwisata kedua yang menarik untuk dikunjungi setelah Bali. Hal tersebut karena di Yogyakarta terdapat perpaduan antara wisata alam, sejarah dan budaya. Salah satunya adalah Candi Ratu Boko yang terletak di Bokoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Kompleks Ratu Boko merupakan kompleks istana yang luas, dengan memiliki luas sebesar 250.000 m2. Lokasi candi ini berada di atas bukit dengan puluhan anak tangga. Kompleks ini terbagi menjadi empat, yaitu bagian tengah, bagian barat, bagian tenggara, dan bagian timur. Bagian tengah terdiri atas bangunan gapura utama, lapangan, candi pembakaran, kolam, batu berumpak, dan paseban. Bagian tenggara terdiri atas pendopo, balai – balai, tiga candi, kolam, dan kompleks keputren. Bagian timur terdiri atas kompleks gua, stupa Budha, dan kolam. Sedangkan bagian barat hanya terdiri atas perbukitan.

Sejarah Kompleks Ratu Boko

Kompleks Ratu Boko sering disebut sebagai Keraton Ratu Boko, hal tersebut karena menurut legenda kompleks Ratu Boko merupakan istana Ratu Boko, ayah dari Lara Jonggrang. Kompleks Ratu Boko dibangun sekitar abad ke- 8 oleh Wangsa Syailendra, pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran yang beragama budha sebelum akhirnya diambil alih oleh raja – raja Hindu Mataram. Karena adanya peralihan tersebut menyebabkan bangunan Keraton Ratu Boko dipengaruhi oleh Hinduisme dan Buddhisme.

Keraton Ratu Boko awalnya memiliki nama Abhayagiri Vihara yang memiliki arti biara di bukit yang penuh kedamaian. Tempat tersebut didirikan sebagai tempat kegiatan spiritual. Nama Ratu Boko sendiri diambil dari cerita legenda masyarakat setempat yang erat kaitanya dengan legenda Candi Prambanan.

Peninggalan Sejarah di Kompleks Ratu Boko

Di kompleks Ratu Boko ditemukan prasasti yang berangka tahun 792M yaitu Prasasti Abhayagiriwihara. Prasasti tersebut ditulis menggunakan huruf pranagari yang merupakan ciri dari prasasti Budha dan berisi mengenai dasar dugaan Keraton Ratu Boko dibangun oleh Rakai Panangkaran. Dalam prasasti menyebutkan bahwa Raja Tejapurnama Panangkarana, yang diperkirakan adalah Rakai Panangkaran, memerintahkan pembangunan Abhayagiriwihara. Selain itu terdapat nama – nama yang sama dalam Prasasti Kalasan (779 M), Prasasti Mantyasih (907 M), dan Prasasti Wanua Tengah III (908 M).

Menurut peneliti, kata abhaya berarti tanpa hagaya yang memiliki arti damai, kata giri memiliki arti gunung atau bukit. Sehingga kata Abhayagiriwihara berarti biara yang dibangun di sebuah bukit yang penuh kedamaian. Pada pemerintahan Rakai Walaing Pu Kombayoni, yaitu tahun 898-908, Abhayagiri Wihara berganti nama menjadi Kraton Walaing.

Kompleks Ratu Boko

Di kompleks Ratu Boko memiliki beberapa kelompok bangunan. Bangunan pertama yaitu gerbang. Gerbang merupakan pintu awal masuk ke kawasan wisata Ratu Boko yang letaknya di sisi barat.

Gerbang sendiri terdiri atas dua gerbang, yaitu gerbang luar dan gerbang dalam, dengan gerbang dalam yang memiliki ukuran lebih besar dan merupakan gerbang utama. Gerbang dalam terdiri atas lima buah gapura paduraksa yang berdiri sejajar dengan gerbang luar. Gerbang ini memiliki tangga yang dilengkapi dengan pipi tangga berhias ‘ukel’ di pangkal dang kepalanya serta pahatan bermotif bunga dan sulur suluran.

Baca juga : Kompleks Sendang Duwur, Jejak Syiar Islam di Pesisir Utara Jawa Timur

Selanjutnya, sekitar 45m dari gerbang pertama menuju arah timur laut terdapat candi Batukapur yang dibangun dari batu kapur. Bahan asli bangunan tersebut mudah rusak sehingga diganti dengan batu.

Terdapat pula candi PemBokoran yang berbentuk teras tanah berundak dengan tinggi 3m, terletak 37m ke arah timur laut dari gerbang utama. Di candi PemBokoran terdapat dua teras serta sumur berbentuk bujur sangkar yang digunakan sebagai tempat pembokoran mayat, disalah satu sudutnya juga terdapat salah satu sumur tua yang konon menjadi sumber air suci.

Selanjutnya terdapat paseban, pendapa, dan kaputren. Masing – masing tempat tersebut berfungsi sebagai tempat menghadap raja, ruang tamu, dan tempat tidur para putri.

Terakhir, di kompleks Ratu Boko terdapat dua buah gua yang disebut sebagai Gua Lanang dan Gua Wadon. Letaknya berada di arah timur laut dan tenggara jika dilihat dari paseban.

Aktivitas yang Dapat Dilakukan di Kompleks Ratu Boko

Kompleks ratu boko yang memiliki banyak bangunan dapat menjadi sasaran pengunjung untuk melakukan beberapa aktivitas apabila datang ke tempat ini. Pertama, pengunjung dapat menikmati sunset yang indah di Kompleks Ratu Boko dengan latar belakang gerbang utama Candi Ratu Boko.

Selain itu pengunjung juga dapat berpiknik di gazebo ataupun di tempat yang disediakan di kawasan kompleks Ratu Boko. Mengingat lokasi tersebut sangat bersih beralaskan rumput dan dikelilingi pepohonan.

Tentunya tak lengkap apabila berwisata tanpa mengabadikan momen – momen saat ditempat tujuan. Dengan pemandangan yang indah dan menarik pengunjung dapat berfoto saat berada di Kompleks Ratu Boko. Di sana juga tersedia para fotografer lokal yang akan membantu pengunjung dalam mengabadikan momennya selama berada di Kompleks Ratu Boko.

Pengunjung juga dapat menjelajahi situs sambil menikmati suasana alam. Kompleks wisata Ratu Boko yang memiliki banyak bangunan dan suasana alam perbukitan dapat dinikmati oleh pengunjung ketika berada disana.

Reporter : Masning Salamah

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini