Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Mengenal Masangin, Mitos di Alun – Alun Kidul Yogyakarta

Yogyakarta, Aktualiti.com – Masangin merupakan salah satu mitos di pohon beringin kembar alun – alun kidul Yogyakarta yang sering membuat para wisatawan penasaran.

Mitos ini yaitu siapa saja yang berhasil melewati beringin kembar dengan mata tertutup, konon merupakan orang yang hatinya bersih, sehingga keinginan dan hajatnya akan terkabul.

Masangin sendiri adalah kegiatan berjalan melewati dua pohon beringin ditengah alun – alun kidul Yogyakarta. Meskipun terlihat mudah, tetapi tidak semua orang bisa melakukannya.

Mengutip dari Jogya.com, sejarah Masangin ini berawal dari zaman Kesultanan Yogyakarta yang melakukan ritual Topo Bisu di malam 1 Suro. Setelah mengelilingi benteng, para prajurit dan abdi dalem akan melewati dua beringin kembar untuk mencari berkah dan perlindungan dari serangan musuh.

Baca juga : Mengenal Kompleks Ratu Boko, Wisata Alam dan Sejarahnya di Yogyakarta

Lokasi alun – alun dulu juga digunakan sebagai tempat berlatih para prajurit keraton. Sehingga untuk melatih konsentrasi, para prajurit biasanya berjalan di antara beringin kembar dengan mata tertutup.

Mitos ini juga semakin diperkuat dengan adanya kepercayaan jimat tolak bala untuk mengusir musuh. Konon, jika tentara kolonial yang melewati beringin kembar ini akan hilang kekuatannya.

Menurut Gusti Bendhoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo, kegiatan ini sudah ada pada awal tahun 1985 ketika pertama kali pindah ke rumahnya di sebelah barat Sasono Hinggil. Pada saat itu, dia melihat dua orang warga Bantul yang berjalan di tengah kegelapan dengan mata tertutup. Warga tersebut terlihat serius menjalani laku berjalan dengan mata tertutup melewati dua beringin kembar.

Namun karena belum mengetahui nama laku yang dijalani masyarakat setiap Selasa Kliwon tersebut, Gusti Prabu akhirnya memberikan nama Masangin untuk menghindari kesan musyrik. Ternyata semakin lama semakin banyak masyarakat yang menjalankan laku Masangin tersebut hingga saat ini.

Untuk membuktikan mitos ini, wisatawan dapat menyewa penutup mata seharga 5 ribu. Penutup mata tersebut disewakan oleh beberapa warga dan tersebar di alun – alun kidul Yogyakarta.

Akan tetapi, diluar benar tidaknya mitos tersebut, Masangin merupakan kegiatan yang seru dilakukan bersama teman maupun keluarga. Terlebih bisa melihat teman atau keluarga kita yang berjalannya melenceng jauh dari lokasi beringin kembar tersebut.

Reporter: Masning Salamah

Editor : Ahmad Widyarma

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini