Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Menyusuri Goa Gajah, Jejak Toleransi Beragama di Bali

Gianyar, Aktualiti.com – Goa Gajah merupakan sebuah goa buatan yang menyimpan cerita sejarah di Bali, sekaligus sebagai bukti cerita dan keunikan peradaban nenek moyang. Goa ini menjadi tempat ibadah sekaligus tempat yang disucikan.

Mengutip dari NativeIndonesia.com, Goa Gajah juga dianggap sebagai simbol kerukunan dan harmoni antar umat beragama di Bali, khususnya agama Hindu dan Budha.

Lokasinya dibagi menjadi dua, kawasan utara sebagai tempat arca Ganesha, Goa Gajah, dan tempat ibadah umat Hindu. Di kawasan selatan, terdapat reruntuhan stupa yang diyakini sebagai tempat ibadah umat Budha.

Goa Gajah terletak di dekat aliran Sungai Petanu. Lebih tepatnya berada di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, Bali.

Baca juga : Pesona Pesarean Gunung Kawi, Spot Eksotik sekaligus Mistik

Lokasi Goa Gajah dapat diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jaraknya sekitar 25 kilometer dari Denpasar, dengan kisaran 1 jam perjalanan.

Goa Gajah terbangun pada abad ke-10 hingga abad ke-11 Masehi, pada masa Dinasti Warmadewa. Sejarah awalnya mengacu pada patung Ganesha yang ada di kawasan tersebut. Goa ini digunakan sebagai tempat suci dan untuk melakukan ritual keagamaan pada saat itu.

Goa Gajah diduga berasal dari kata ‘Lwa Gajah’ yang terdapat dalam lontar Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, kata ‘Lwa’ artinya sungai dan ‘Gajah’ berarti wihara yang merupakan tempat pemujaan para Biksu umat Budha.

Jika dimaknai lebih lengkap maka ‘Lwa Gajah’ berarti tempat pertapaan para Biksu umat beragama Budha yang lokasinya berada di tepi sungai.

Terdapat beberapa patung di lokasi ini, yaitu patung Trilingga, Arca Ganesha, dan Patung Hariti. Selain itu terdapat pula kolam kuno pemandian suci atau petirtaan dengan memiliki enam buah patung yang berbentuk perempuan.

UNESCO menjadikan Goa Gajah ini sebagai situs warisan dunia yang harus dilindungi. Meskipun statusnya masih tentatif atau menunggu kepastian dari pihak UNESCO.

Beberapa hal yang menarik dari Goa Gajah adalah bahwa goa ini merupakan goa buatan yang saat ini dianggap sebagai peninggalan yang sangat bersejarah di Bali.

Baca juga : Menelusuri Kompleks Makam Imogiri, Makam Raja – Raja Mataram

Keunikan lainnya adalah bentuk goa ini yang digunakan sebagai tempat ibadah menjorok ke dalam dan berbentuk goa. Berbeda dengan tempat ibadah umat Hindu dan Budha lainnya yang kebanyakan berupa pura dan kuil yang menjulang ke atas.

Goa Gajah dikelilingi pepohonan hijau yang rindang, sehingga suasana di sekitarnya sejuk. Pepohonan tersebut juga diyakini telah berusia ratusan tahun.

Terdapat beberapa etika ketika mengunjungi Goa Gajah. Pertama, bagi perempuan harus suci atau tidak sedang datang bulan. Kemudian diharapkan menggunakan pakaian yang pantas dan sopan. Selain itu, para pengunjung juga harus menggunakan kain selendang di bagian bawahnya.

Reporter: Masning Salamah

Editor : Ahmad Widyarma

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini