Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Menyusuri Jalan Braga, Wajah Sejarah dan Seni di Bandung

Bandung, Aktualiti.com – Jalan Braga merupakan kawasan elit dan menjadi kawasan favorit yang berada di pusat kota Bandung. Selain itu, kawasan ini juga memiliki daya pikat yang khas. Di kanan – kiri Jalan Braga berjejer gedung – gedung peninggalan Belanda yang bergaya artdeco dan ikonik. Selain itu terdapat pula ragam pertokoan dan para pelukis jalanan yang menyajikan karyanya di sepanjang jalan.

Bagi para pelancong lokal maupun mancanegara yang melawat ke Bandung, tidak mungkin untuk melewatkan tempat fenomenal satu ini. Spot berupa jalanan sepanjang 900 meter yang penuh dengan nilai historis dan sisi estetik ala-ala kawasan eropa. Kalau Jogja memiliki Malioboro, maka Bandung tak mau kalah dengan Jalan Braga-nya.

Jalan Braga berada di tepi sungai Cikapundung dan berdekatan dengan Jalan Asia Afrika. Kawasan ini memang tak pernah sepi, karena sering menjadi tempat persinggahan para wisatawan dan tempat nongkrong anak – anak muda. Ruas jalan ini mirip dengan Malioboro di Yogyakarta yang selalu dipadati para wisatawan.

Baca juga : Berkeliling di Kawasan Kota Tua Jakarta, Pusat Distrik Batavia yang Estetik dan Penuh Sejarah

Jalan Braga merupakan 1 dari banyaknya daya tarik wisata di Kota Bandung. Selain itu kawasan ini juga mempunyai catatan sejarah masa lalu.

Kawasan ini dikelilingi bangunan – bangunan bersejarah. Antara lain seperti Gedung Merdeka, Museum Konferensi Asia Afrika, Alun-alun Kota Bandung, Titik Nol Kota Bandung, dan gedung perkantoran lainnya yang berdiri sejak zaman kolonial. 

Wajah zaman Hindia-Belanda seakan terukir indah dari berbagai mosaic bangunan di Jalan Braga. Kemasyhurannya tak lekang oleh waktu. Walau pernah redup dan mengalami berbagai kerusakan, namun kini Jalan Braga bersama wajah sejarahnya telah sukses meraih reputasinya. Wajah lama bangunan estetik peninggalan zaman Hindia-Belanda juga telah direstorasi.

Salah satu spot paling bersejarah di Jalan Braga ialah Gedung Merdeka yang kini dialihfungsikan menjadi Museum Konferensi Asia Afrika. Ya, di tempat inilah dulu Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika tahun 1955 berlangsung. Gedung yang berada di jantung Braga ini masih sering mempertunjukkan ‘foto dan kenangan lama di berbagai pameran budayanya.

Selain itu, Jalan Braga juga disebut – sebut sebagai De meest Europese winkelstraat van Indië atau sebagai kompleks pertokoan elit eropa. Sehingga menjadi salah satu pusat perbelanjaan ternama bagi kalangan menengah atas. Sekarang, para pelancong lebih memilih Jalan Braga sebagai rujukan spot ‘instagramable’ karena corak estetik setiap bangunannya.

Di sepanjang Jalan Braga ini tentu juga menyajikan berbagai barang unik nan antik yang bisa dijadikan oleh-oleh. Sebut saja Braga CityWalk yanng menyediakan berbagai pilihan outlet, spot hiburan, tempat nongkrong dan rekreasi, serta kulineran. Di sekitar Braga, juga ada  Pasar Antik Cikapundung untuk mencari barang-barang jadul dan karya seni epik untuk dikoleksi.

Baca juga : Menikmati Kesegaran Kolam Wak Jowo, Wisata Air Bening Sei Bingai Langkat

Selain wisata sejarah, Jalan Braga juga menjadi wisata seni. Karena disepanjang jalan ini terdapat para pelukis jalanan. Para pelaku seni Kota Bandung juga menjadi pemeran penting dalam perkembangan kawasan Jalan Braga. Hadirnya para seniman di Jalan Braga menjadi dampak dari munculnya bentuk ekonomi kreatif lain di kawasan tersebut.

Sejarah mengenai penamaan Braga sendiri masih simpang siur. Ada yang menyebutkan jika Jalan Braga terinspirasi dari nama sastrawan keturunan Belanda bernama Theotila Braga (1834 – 1924) seorang penulis naskah drama, yang bermarkas dan mendirikan teater di sana.

Ada pula yang menyebutkan kalau Braga berasal dari Bragi, nama dewa puisi dalam mitologi bangsa Jerman. Sementara ahli sastra Sunda mengungkapkan kalau istilah Braga merujuk pada jalan di tepi sungai.

Selain itu ada yang menyebut Braga sebagai frasa yang merujuk kepada memamerkan pakaian yang dikenakan di tubuh, mengingat saat itu di jalan tersebut merupakan kiblat fashion dari masyarakat Eropa.

Namun, ada yang mengatakan bahwa Jalan Braga mulai digunakan pada tahun 1882. Pada saat itu, Asisten Residen Bandung yakni Pieter Sijthoff mengganti nama jalan menjadi Bragaweg atau Jalan Braga. Nama itu diambil dari nama sebuah grup kesenian Toneelvereeniging Braga, hasil bentukan Pieter Sijthoff.

Sehingga, versi yang paling mendekati adalah diambil dari Toneelvereeniging Braga. Karena setelah mereka mulai manggung di jalan ini pada 1882, Karren Weg / pedati weg mulai dikenal dengan nama Braga Weg.

Reporter: Masning Salamah

Editor : M Nur Habib

Sumber : Menyusuri Jejak “Parijs van Java” di Jalan Braga, Kota Bandung

Ini Asyiknya Wisata Menelusuri Jalan Braga Bandung yang Perlu Dicoba

Mengintip Sejarah Jalan Braga Bandung, Kiblat Wisata Kaum Muda Sejak Zaman Kolonial

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini