Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Pesona Ranu Kumbolo, Spot Sunrise dan Kemping Favorit di Gunung Semeru

Jakarta, Aktualiti.com – Ranu Kumbolo merupakan danau air tawar yang terletak di Pegunungan Tengger, Gunung Semeru, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Ranu Kumbolo berada di ketinggian 2.400 mdpl. Luas area Ranu Kumbolo sekitar 15 hektar. Karena berada di ketinggian, suhu terendah di Ranu Kumbolo mencapai 5 derajat celcius.

Dalam perjalanan pendakian menuju Puncak Mahameru, Ranu Kumbolo sering dijadikan sebagai tempat transit para pendaki. Hal tersebut karena adanya tanah lapang yang luas, cocok untuk mendirikan tenda – tenda.

Tempat ini cocok dijadikan tempat transit juga karena memiliki panorama yang indah. Di pagi hari, para pendaki dapat menikmati pemandangan matahari terbit di antara dua gugusan bukit hijau. Di malam harinya, para pendaki juga disuguhkan pemandangan galaksi dan gugusan bintang di atas langit Ranu Kumbolo.

Baca juga : Menikmati Kesegaran Kolam Wak Jowo, Wisata Air Bening Sei Bingai Langkat

Selain memiliki panorama yang indah, sumber air yang bersih dengan debit air yang melimpah juga menjadi alasan digunakannya Ranu Kumbolo sebagai tempat transit. Karena alasan tersebut juga, kegiatan berenang di Ranu Kumbolo dilarang dan tenda yang didirikan harus berjarak minimal 15 meter dari bibir danau. Hal itu digunakan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian danau dan ekosistem yang ada di dalamnya.

Ranu Kumbolo menjadi objek wisata yang menarik karena letaknya yang berada di ketinggian, sehingga tak seperti danau pada umumnya. Danau ini terbentuk dari massive kawah Gunung Jambangan yang memadat, sehingga airnya tertampung dan tidak mengalir ke bawah. Saat ini sudah terdapat fasilitas yang memadai di Ranu Kumbolo, seperti toilet, area berkemah dan juga mushola.

Ranu Kumbolo juga cocok menjadi laboratorium penelitian dan observasi lapangan bagi para peneliti lingkungan. Selain menjadi laboratorium penelitian lingkungan, di Ranu Kumbolo juga terdapat prasasti purbakala yang merupakan peninggalan zaman Kerajaan Hindu.

Prasasti tersebut bertuliskan “Ling Deva Mpu Kameswara Tirthayatra”. Diperkirakan prasasti tersebut berkisar tahun 1182 Masehi.

Baca juga : Tiga Spot Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang Wajib Kamu Kunjungi

Air di Ranu Kumbolo juga dianggap sebagai air yang sakral. Karena di Ranu Kumbolo sering digunakan untuk ritual keagamaan masyarakat setempat.

Selain itu terdapat juga mitos mengenai adanya ikan mas di Ranu Kumbolo. Masyarakat setempat percaya bahwa ikan mas tersebut merupakan jelmaan Dewi yang ditugaskan untuk menjaga keindahan Ranu Kumbolo. Sehingga pendaki dilarang memancing di Ranu Kumbolo.

Untuk menuju Ranu Kumbolo dapat dimulai dari Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Lumajang. Apabila dari kota Malang dapat menaiki kendaraan umum dan turun di Pasar Tumbang. Kemudian naik Jeep yang ditawarkan oleh warga sekitar dan turun di Desa Ranu Pani.

Reporter: Masning Salamah

Editor : M Nur Habib

Sumber : Pesona Ranu Kumbolo, Wisata di Danau Lereng Gunung Semeru

Ranu Kumbolo, Danau yang Menyimpan Segudang Panorama Alam

6 Mitos Danau Ranu Kumbolo yang Menarik Ditelusuri

10 Fakta Ranu Kumbolo, Danau Cantik di Lereng Gunung Semeru

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini