Wednesday, December 7, 2022
spot_img
spot_img

Gelombang Unjuk Rasa di Iran Meluas, Kematian Mahsa Amini Dieksploitasi

Teheran, Aktualiti.com – Gelombang protes di Iran meluas ke berbagai kota di negara tersebut. Kematian Mahsa Amini dianggap telah dieksploitasi oleh berbagai pihak.

Protes kematian Mahsa Amini (22) oleh polisi moral (Gasht-e Irsyad) meluas di Iran. Selama ini unjuk rasa hanya di sekitar 15 kota, termasuk ibu kota Teheran, kini telah meluas hingga 46 kota, termasuk kota-kota kecil dan pedesaan.

Berdasarkan yang dilansir Kompas.id, bahwa setidaknya 41 pengunjuk rasa dan polisi tewas sejak protes berlangsung, dan lebih dari 1.200 demonstran ditangkap setelah sehari setelah Amini dimakamkan pada Sabtu, (16/9/22).

Protes yang dilakukan di luar negeri terjadi di Paris, London, Atlanta, dan beberapa kota besar lainnya. Otoritas di Iran menepis tudingan bahwa Amini meninggal karena kekerasan aparat.

Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian, seperti dikutip dari IRNA, mengkritik negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, yang mendukung pemrotes. Dalam pandang Teheran, aksi-aksi unjuk rasa saat ini merupakan bentuk vandalisme dan penghinaan terhadap simbol-simbol Islam serta bendera Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Nasser Kanaani, seperti yang dilansir Tasnim, menilai bahwa para pemimpin politik di Amerika Serikat dan Eropa, kantor berita hingga media-media yang didukung oleh Barat telah mengeksploitasi kematian Amini dengan mengatasnamakan hak asasi manusia.

Baca juga : Kematian Mahsa Amini Viral di Twitter, Ini Kronologinya

“Mereka tidak memperhatikan atau meremehkan kehadiran jutaan warga Iran di jalan-jalan dan alun-alun yang menyatakan dukungannya terhadap pemerintah dan menentang kekacauan,” kata Kanaani.

Cuplikan video yang diunggah oleh IRNA, mengklaim bahwa ratusan ribu warga Teheran turun ke jalan untuk mendukung kerja aparat keamanan demi mengamankan situasi.

Tidak hanya di Teheran, puluhan ribu warga juga turun ke jalan-jalan di Mazandaran, Rasht, Qazvin, Bandar, Abbas, Hamedan, Esfahan, Shiraz, Qom, Sanandaj, Zahedan, Tabriz, Bushehr, dan banyak kota serta provinsi lainnya.

IRNA juga mengabarkan bahwa media barat dan para pendengung memanfaatkan momentum kematian Amini untuk mengobarkan api kerusuhan di Iran dengan klaim bahwa Amini meninggal karena kekerasaan.

Pihak kepolisian Iran menggugah video dan diklaim oleh IRNA bahwa telah membuktikan kematian Amini bukan karena kekerasan, tetapi karena serangan jantung.

“Itu membuktikan berita palsu yang disiarkan oleh media barat dan pers anti-Iran,” tulis IRNA.

Reporter: Dwi Kurnia

Editor : Ahmad Widyarma

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
9FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini