Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Indonesia Sepakati Lima Kerjasama dengan Filipina, Apa saja?

Jakarta, Aktualiti.com – Indonesia dan Filipina sepakat membahas penguatan kerja sama bilateral di berbagai sektor dan kawasan dalam konteks ASEAN.

Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Jokowi menyambut kedatangan Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos Jr yang didampingi Ibu Negara Louise Araneta – Marcos dalam kunjungan kenegaraan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (5/9/22).

Kunjungan kenegaraan kali ini merupakan kunjungan luar negeri pertama Marcos Jr setelah dilantik sejak 30 Juni 2022. Dia sengaja memilih Indonesia menjadi kunjungan luar negeri pertama dengan berbagai alasan, salah satunya karena hubungan Indonesia dengan Filipina sangat dekat. Dua tahun lagi hubungan bilateral ke dua negara akan memasuki usia 75 tahun.

Dalam keterangan pers bersama sesuai pertemuan bilateral tersebut, Presiden Jokowi menyebutkan bahwa Indonesia dan Filipina sepakat dalam penguatan kerja sama bilateral berbagai sektor dan kerja sama dalam konteks ASEAN. “Yang pertama kita mendorong peningkatan volume perdagangan secara signifikan,” kata Presiden Jokowi.

Baca juga : Temui presiden Xi Jin Ping, Jokowi Sepakati 7 Kerja Sama Strategis dengan China

Dibandingkan tahun lalu, perdagangan Indonesia dan Filipina meningkat hampir 50 persen. Indonesia secara khusus mengekspor produk makanan dan minuman, farmasi, serta produk kelapa dan rumput laut.

“Saya mengajak Filipina terus mengembangkan potensi perdagangan dan juga konektivitas di wilayah perbatasan. Saya mengusulkan revitalisasi jalur kapal ro-ro (roll on roll) Bitung-Davao dan membuka jalur perdagangan Manado-Davao,” tambahnya.

Kedua, kesepakatan peningkatan intensitas kerja sama infrastruktur dan industri strategis. “Saya berharap agar rencana pembelian pesawat NC-212i dari PT. Dirgantara Indonesia dapat direalisasikan. Ke depan, saya ingin semakin banyak kesempatan bagi BUMN dan perusahaan swasta Indonesia mendukung pembangunan di Filipina,” ujar Presiden Jokowi.

Ketiga, kedua negara bersepakat terhadap penguatan kerja sama perbatasan. “Kita sepakat meninjau kembali dua perjanjian pengamanan perbatasan agar terus relevan bagi masyarakat di perbatasan yaitu revised border crossing agreement dan bodrer patrol agreement. Kita juga mempercepat perundingan delimitasi batas landas kontinen berdasarkan UNCLOS (hukum laut) 1982,” kata Presiden Jokowi.

Keempat, di bidang pertahanan dan keamanan. Kedua negara ini mendorong penguatan kerja sama untuk keselamatan dan keamanan perairan di wilayah perbatasan. “Saya senang kita telah memperbaharui trilateral cooperative arrangement (TCA) antara Indonesia, Filipina dan Malaysia karena sangat penting dalam mengamankan jalur perairan dari ancaman penyanderaan dan penculikan,” kata Jokowi.

Baca juga : Bertolak ke China, Jepang dan Korea, Jokowi Bawa Isu Global dan Kerja Sama Ekonomi

Kelima, Indonesia dan Filipina juga membahas kerja sama kawasan untuk memperkokoh ASEAN dan implementasi dari ASEAN Outlook on the Indo Pasifik. Presiden Jokowi menggarisbawahi pentingnya implementasi hal tersebut melalui kerja sama yang konkrit dan inklusif.

Dalam hal ini, Indonesia akan mengadakan Indo Pasifik Infrastruktur Forum pada tahun depan. “Saya juga mengapresiasi komitmen Filipina untuk mendukung keketuaan Indonesia di ASEAN pada tahun 2023,” kata Presiden Jokowi.

Reporter: Dwi Kurnia

Editor : M Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini