Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Joe Biden Hingga Jerome Powell Bantah AS Terperosok ke Jurang Resesi

Washington, Aktualiti.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden bantah kondisi ekonomi negaranya telah memasuki jurang resesi.

Biden mengimbau masyarakat AS agar  tetap tenang. Kekhawatiran masyarakat AS bukan tanpa sebab, pasalnya menurut data yang baru dirilis ekonomi AS berkontraksi selama dua kuartal berturut-turut.

Lebih detail, Departemen Perdagangan AS melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) AS mengalami kontraksi tahunan sebesar 0,9 persen pada kuartal kedua tahun 2022. Sedangkan di kuartal pertama tahun ini PDB AS berada di angka 1,6 persen.

Namun Biden membeberkan beberapa fakta positif mengenai perekonomian AS, seperti tingkat pengangguran yang berada di posisi terendah selama 50 tahun dan tingkat investasi AS.

“Itu tidak terdengar seperti resesi bagi saya,” kata Biden kepada wartawan pada Kamis (28/7/2022), yang dikutip dari Reuters.

Di lain pihak, Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen menyatakan ekonomi AS berada dalam keadaan transisi, bukan resesi, meskipun dua kuartal berturut-turut mengalami pertumbuhan negatif.

Baca juga : AS Dihantam Resesi, Sri Mulyani: Indonesia Harus Waspadai Kinerja Ekspor

Yellen bersikeras bahwa resesi merupakan bentuk dari pelemahan ekonomi secara luas, seperti adanya PHK massal, perlambatan aktivitas swasta, penutupan bisnis dan lain-lain.

“Anda dapat melihat pertumbuhan ekonomi dari sisi penciptaan lapangan kerja yang terus berlanjut, keuangan rumah tangga yang tetap kuat, belanja untuk konsumsi dan bisnis yang meningkat,” ujarnya.

Melalui konferensi pers di kantor Departemen Keuangan, Jumat (29/07/2022) Yellen dengan tegas membacakan daftar pencapaian ekonomi pemerintah, termasuk pertumbuhan penggajian non pertanian lebih dari 9 juta.

Sementara itu, Bos The Fed Jerome Powell juga tidak percaya bahwa ekonomi AS mengalami resesi. Ia menuturkan bahwa The Fed sudah menaikkan tingkat suku bunga untuk menekan laju resesi.

Dalam konferensi pers The Fed pada hari Rabu (27/07/2022) kemarin, The Fed resmi menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin untuk kedua kalinya. Powell mengungkapkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih kuat dan tidak mausk akal baginya jika menilai ekonomi AS berada dalam resesi.

“Saya tidak berpikir AS saat ini dalam resesi dan alasannya adalah ada terlalu banyak area ekonomi yang berkinerja terlalu baik. Ini adalah pasar tenaga kerja yang sangat kuat, tidak masuk akal bahwa ekonomi akan berada dalam resesi dengan hal semacam ini terjadi,” ujar Powell, yang dikutip dari CNBC.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini