Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Menanam Pohon Hingga Bersepeda Bambu, Diplomasi Ala Jokowi

Jakarta, Aktualiti.com – Perdana Menteri (PM) Australia, Anthony Albanese melakukan kunjungan kenegaraan pertamanya setelah dilantik menjadi PM Australia yang baru, Senin (06/06/2022).

Dalam kunjungan bilateral tersebut, Anthony Albanese disambut langsung oleh Presiden Joko Widodo. Serangkaian penyambutan resmi PM Australia dilakukan salah satunya melakukan penanaman pohon dan yang menarik adalah Presiden Jokowi mengajak PM Albanese untuk bersepeda pagi usai menanam pohon.

“Di bawah cuaca kota Bogor yang bersahabat saya mengajak PM Australia Anthony Albanese untuk bersepeda pagi dari istana menuju Resto Raasaa yang lokasinya masih di dalam area Kebun Raya Bogor,” ucap Presiden Jokowi dalam keterangannya di Resto Raasaa, Kebun Raya Bogor.

Ajakan bersepeda ke PM Australia ini Presiden Jokowi ingin menyampaikan pesan bahwa betapa pentingnya kendaraan-kendaraan yang ramah lingkungan.

Baca juga : Bertemu PM Australia, Presiden Jokowi Ingin Ekspor Diperluas

Sepeda yang digunakan oleh Jokowi adalah sepeda bambu yang merupakan produk lokal karya warga Temanggung.

“Sepeda yang kami gunakan ini sepada bambu hasil karya Singgih S. Kartono dari Temanggung, Jawa Tengah yang memang dirancang untuk digunakan di jalan raya,” imbuh Jokowi.

Pada kesempatan yang sama, PM Australia Anthony Albanese merasa sangat terhormat diajak Presiden Jokowi bersepeda dan merupakan pengalaman yang luar biasa.

“Selamat pagi, saya menganggap sebagai kehormatan besar dan merupakan pengalaman yang luar biasa bahwa Presiden mengundang saya untuk naik sepeda bambu bersamanya ke tempat yang indah di taman botani ini,” ujar PM Albanese.

PM Albanese menambahkan bahwa kegiatan bersepeda tersebut juga menunjukkan persahabatan antara Australia dan Indonesia. Bahkan Presiden Jokowi menawarkan untuk sepeda bambu tersebut dibawa ke Australia.

“Presiden telah menawarkan kepada saya untuk membawa sepeda itu kembali ke Australia dan anda akan melihat saya mengendarai sepeda bambu satu-satunya di Canberra. Tapi itu adalah pengalaman yang luar biasa dan setiap kali saya naik sepeda, saya akan ingat persahabatan dengan Presiden Jokowi,” ucapnya.

Usai bersepeda, kedua pemimpin kemudian menggelar pembicaraan tete-a-tete di area taman batu putih Resto Raasaa, Kebun Raya Bogor. Selama sekitar 30 menit keduanya terlibat perbincangan hangat sebelum kembali ke Istana Kepresidenan Bogor dengan menggunakan mobil golf untuk melakukan pertemuan bilateral kedua negara, antara lain:

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan beberapa hal keinginannya terkait kerjasama Indonesia – Australia.

  1. Perluasan ekspor produk Indonesia dengan nilai tambah tinggi ke Australia misalnya otomotif. Pada Februari lalu Indonesia telah memulai ekspor perdana mobil CBU (Completely Build-Up) buatan Indonesia ke Australia. Harapannya akses ekspor seperti itu selalu terbuka;
  2. Peningkatan kuota visa Warga Negara Indonesia (WNI) dengan implementasi IA-CEPA terutama terkait kesempatan WNI untuk bekerja di Australia dapat ditingkatkan termasuk penambahan kuota working holiday visa menjadi lima ribu peserta pertahun;
  3. Pembukaan kampus Monash University di BSD sebagai wujud kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan. Dengan harapan meningkatkan investasi Australia bagi pengembangan SDM berketerampilan tinggi di Indonesia;
  4. Investasi Aspen Medical untuk membangun 23 rumah sakit dan 650 klinik di Provinsi Jawa Barat.

Sebelumnya Presiden Jokowi juga merasa terhormat sekaligus bangga atas kunjungan bilateral PM Australia yang baru pasca dua minggu dilantik.

“Merupakan kehormatan bagi saya menerima kunjungan Perdana Menteri Australia yang baru, Bapak Anthony Albanese beserta delegasi dan saya gembira Indonesia dijadikan negara pertama sebagai agenda kunjungan bilateral perdana setelah dua minggu yang lalu dilantik,” ucap Presiden Jokowi dalam keterangan persnya.

Baca juga : Jokowi Bangga, Indonesia Dijadikan Negara Pertama yang Dikunjungi PM Australia

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengundang secara langsung PM Australia untuk hadir ke untuk hadir pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, bulan November 2022 mendatang.

PM Albanese sendiri memastikan bahwa dirinya akan hadir mengikuti KTT para pemimpin G20 di Bali tersebut. PM Albanese menilai bahwa pekerjaan G20 sangat penting di saat ketidakpastian ekonomi global saat ini.

“Saya akan menghadiri KTT para pemimpin G20 di Bali pada bulan November. Karena pekerjaan G20 sangat penting pada saat ketidakpastian ekonomi global ini dan revitalisasi hubungan perdagangan dan investasi kami adalah prioritas bagi pemerintah saya. Dan karena itulah kami berencana bekerja sama dengan Indonesia untuk merealisasikan potensi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Australia,” pungkasnya PM Albanese.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini