Wednesday, November 30, 2022
spot_img
spot_img

Menguntit sebagai Pelanggaran Ringan, Korsel Darurat UU Anti-Penguntit

Jakarta, Aktualiti.com – Kasus pembunuhan perempuan oleh penguntit terjadi di Korea Selatan. Hal ini memicu kemarahan dan tuntutan perubahan undang-undang untuk melindungi perempuan dengan lebih baik.

Pembunuhan seorang wanita Korea Selatan (Korsel) yang telah dikuntit oleh tersangka pembunuhnya selama bertahun-tahun. Kasus ini telah mengejutkan Korsel sehingga memicu kemarahan dan tuntutan perubahan undang-undang khususnya untuk penguntit demi melindungi perempuan lebih baik.

Pembunuhan yang terjadi di kamar mandi stasiun kereta bawah tanah, di Stasiun Sindang No.2, Korea Selatan, sehari sebelum pengadilan ditetapkan untuk menghukum tersangka dengan tuduhan menguntit.

Seperti dilansir Yonhap News, polisi mengungkapkan identitas tersangka sebagai Jeon Joo-Hwan (31). Korban berusia 28 tahun, ditikam beberapa kali setelah menyelesaikan shift malamnya di Stasiun Sindang, Korea Selatan.

Baca juga : Kematian Mahsa Amini Viral di Twitter, Ini Kronologinya

Jeon tertangkap oleh karyawan stasiun lain yang bergegas ke tempat kejadian setelah korban memicu alarm di kamar mandi. Ia kemudian meninggal di rumah sakit karena luka-luka.

Jeon telah mulai melecehkan korban setelah mereka mulai bekerja untuk Seoul Metro pada 2019. Dia dilaporkan menelepon korban hingga ratusan kali, memohon untuk berkencan dan mengancam akan menyakiti korban jika menolak.

Setelah korban melaporkan Jeon Oktober lalu, dia diberhentikan dari pekerjaannya dan ditangkap, tetapi dibebaskan dengan jaminan. Seperti banyak tersangka penguntit lainnya, ia tidak dikenakan perintah penahanan.

Kematian perempuan tersebut memicu kemarahan dan tuduhan bahwa pihak berwenang Korea Selatan gagal menanggapi kekerasan terhadap perempuan dengan serius.

Undang-undang anti-penguntit yang membawa hukuman penjara maksimal tiga tahun telah dikecam sebagai hukum yang cacat karena memungkinkan polisi untuk mengambil tindakan hanya dengan persetujuan korban.

Menurut para kritikus, Celah itu memberi penguntit kesempatan untuk menekan korban mereka agar membatalkan pengaduan mereka.

Sejak undang-undang tersebut berlaku, polisi telah melakukan 7.152 penangkapan dengan dugaan menguntit. Tetapi hanya 5% dari tersangka yang ditahan.

Reporter : Dwi Kurnia

Editor : Ahmad Widyarma

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
9FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini