Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Menkeu AS: Harga Minyak Dunia Berisiko Melambung Saat Musim Dingin di Eropa

Jakarta, Aktualiti.com – Musim dingin di Eropa berisiko melambungkan harga minyak dunia yang akan menambah beban fiskal dan meningkatkan inflasi di beberapa negara.

Harga minyak dunia dalam beberapa saat terakhir berangsur-angsur turun. Namun, memasuki musim dingin, harga minyak dunia berisiko melambung lagi seiring Eropa yang akan menghentikan impor minyak dari Rusia.

“Ya, ada risiko. Dan itu adalah risiko yang sedang kita upayakan untuk kendalikan dengan cara menerapkan batas atas harga (minyak Rusia)”, kata Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen, pada wawacara dengan CNN di Washington DC, AS, Minggu (11/9/22) waktu setempat yang dilansir Kompas.id.

Pada musim dingin tahun ini, Uni Eropa (UE) akan menghentikan sebagian besar pembelian minyak dari Rusia, dan akan melarang penyediaan jasa-jasa pengapalan minyak Rusia menggunakan tanker. Hal ini memungkinkan akan menyebabkan melambungnya harga minyak, lanjut Yellen.

Dewan UE menyepakati paket sanksi ke-6 terhadap Rusia pada Juni 2022 lalu, salah satunya adalah melarang pembelian, impor, atau transfer minyak mentah dan sejumlah produk minyak dari Rusia ke UE.Rusia

Penerapan larangan akan dilakukan secara bertahap dalam enam bulan untuk minyak mentah, sedangkan larangan untuk produk-produk kilang minyak akan diterpakan dalam delapan bulan. Larangan ini mencakup 90 persen pasokan minyak Rusia ke UE pada akhir 2022.

Usuan penerapan batas atas harga minyak Rusia diinisiasi AS yang kemudian menjadi kesepakatan G7. UE lantas mengadopsinya menjadi batas atas harga gas Rusia.

“Pengarahan batas atas didesain untuk mengurangi pendapatan ekonomi Rusia dan mendanai perang ilegalnya sekaligus mempertahankan pasokan minyak Rusia yang akan membantu menurunkan harga minyak global. Jadi, saya percaya bahwa ini adalah perkara yang penting dan upaya yang coba kita terapkan untuk menghindari melambungnya harga minyak,” kata Yallen.

Reporter : Dwi Kurnia

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini