Monday, December 5, 2022
spot_img
spot_img

Putin Beri Kewarganegaraan kepada Edward Snowden, Buron Top AS

Rusia, Aktualiti.com – Mantan kontraktor intelijen Amerika Serikat (AS), Edward Snowden yang membocorkan operasi pengawasan intelijen AS diberikan kewarnegaraan Rusia.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menandatangani dekrit untuk memberikan status kewarganegaraan Rusia kepada Edward Snowden, Senin (26/9/22). Snowden (39), salah satu buronan utama Washington karena mengungkapkan pengawasan besar-besaran oleh Badan Keamanan Nasional (NSA) terhadap masyarakat AS.

Snowden telah tinggal di pengasingan di Rusia sejak mengekspos pengawasan AS sejak 9 tahun yang lalu. Sebelumnya, ia mengajukan izin tinggal sementara beberapa kali dalam sembilan tahun terakhir hingga akhirnya mendapatkan kewarganegaraan Rusia.

Pada Senin, Presiden Putin mengeluarkan dekrit berisikan daftar nama-nama orang asing yang dikabulkan permohonannya untuk menjadi warga negara Rusia. Nama Snowden termasuk di dalamnya.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, yang dilansir Kompas.id, menyatakan, Snowden mendapatkan kewarganegaraan Rusia atas permintaanya sendiri pada 2020.

Baca juga : Dubes Rusia: Presiden Putin Siap Hadir di Bali

“Setelah bertahun-tahun terpisah dari orangtua kami, saya dan istri tidak ingin berpisah dari anak-anak kami. Setelah dua tahun menanti dan hampir sepuluh tahun di pengasingan, sedikit kemapanan akan membuat perbedaan bagi keluarga saya,” cuit Snowden di Twitter.

Pada 2013, Snowden bekerja di Badan Keamanan Nasional (NSA) AS mengungkapkan dokumen-dokumen rahasia kepada media massa. Alasannya, masyarakat AS perlu tahu praktik tersebut.

Snowden juga menunjukkan bagaimana Badan Keamanan Nasional AS menghimpun metadata komunikasi besar-besaran dan informasi lain dari warga negara AS. Ini merupakan bentuk pelanggaran hak privasi sebagaimana dijamin dalam konstitusi.

Perbuatan itulah yang membuat Snowden menjadi buronan Pemerintah AS. Ia mencari suaka politik di Rusia, dan pada 2017 ia menikah dengan Lindsay Mills, pacarnya.

Pekan lalu, Presiden Putin mengumumkan kebijakan pemerintah untuk memobilisasi 300.000 tentara cadangan Rusia untuk berkontribusi pada perang di Ukraina. Pengacara Snowden, Anatoly Kucherena mengatakan seperti yang dikutip BBC, bahwa kliennya tidak akan bertugas di tentara Rusia karena dia tidak memiliki pengalaman dinas di militer Rusia sebelumnya.

Reporter: Dwi Kurnia

Editor : Ahmad Widyarma

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
9FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini