Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

Halaqah Fikih Peradaban, Warisan Gus Dur yang dihidupkan Kembali oleh Gus Yahya

Jakarta, Aktualiti.com – Halaqah Fiqih peradaban merupakan lanjutan kegiatan halaqah fikih dari zamannya Gus Dur tahun 90 an dengan nama Halaqah Fikih Rekonstruksi dan Reaktualisasi.

“Zaman Gus Dur dulu ada Fikih Rekonstruksi dan Reaktualisasi Kitab Kuning, ” ujar Prof. Sahiron Syamsuddin, MA saat memberikan pengantar sebagai moderator di sesi pembukaan halaqah.

Program tersebut menghasilkan banyak manfaat. Banyak pemikir-pemikir muncul di kalangan PBNU.

Ada Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, merupakan alumni halaqah zaman Gus Dur.

Dari kalangan Ulama Muda ada Gus Ulil Abshar Abdalla yang sekarang menjadi Ketua Lakpesdam NU dan tentu masih banyak lagi.

Sekarang, halaqah Gus Dur dihidupkan kembali disesuaikan dengan kebutuhan hari ini dan yang akan datang, dinamakan Halaqah Fiqih Peradaban.

Sebagaimana diketahui, Halaqah Fiqih Peradaban merupakan agenda yang mempertemukan Kiai dan Ulama untuk membicarakan persoalan-persoalan keagamaan dan kaitannya dalam masyarakat.

Rencananya, Halaqah Fiqih Peradaban ini akan diselenggarakan di 250 titik lokasi, dan puncaknya pada Januari 2023 mendatang jelang satu Abad NU.

Dikutip dari NU Online, Gus Yahya menjelaskan bahwa Halaqah atau pertemuan para kiai dan ulama ini sebagai upaya untuk menggali gagasan-gagasan brilian para kiai.

Selain itu, pertemuan ini sebagai upaya Gus Yahya menghidupkan gagasan Gus Dur dan konteksnya dengan memajukan peradaban melalui agama.

“Pokoknya kiai-kiai kampung kita ajak semua untuk membicarakan masalah ini,” paparnya.

Hasil halaqah ini, kata Gus Yahya, akan dibawa ke Muktamar Internasional Fiqih Peradaban dan dijadikan sebagai solusi bagi peradaban dunia.

Reporter: Dani Az

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini