Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Begini Penjelasan Kesunnahan Sembelih Hewan Qurban

Jakarta, Aktualiti.com Salah satu peristiwa penting pada bulan Dzul Hijjah adalah hari Raya Idul Adha atau biasa disebut dengan hari Raya Qurban. Disebut demikian untuk memperingati sebuah peristiwa besar yang mana Nabi Ibrahim AS harus mengorbankan putranya Nabi Ismail AS untuk disembelih. Semua yang beliau lakukan semata karena kepatuhannya kepada Allah Swt.

Namun suatu ketika, dikala Nabi Ibrahim akan melaksanakan penyembelihan yang diperintahkan oleh Allah terdapat keajaiban tidak terduga karena Allah menggantikan putra Nabi Ibrahim As, Ismail dengan seekor domba.

Allah, sedang menguji keimanan Nabi Ibrahim kepada-Nya, namun karena Nabi Ibrahim As. sudah berhasil teruji keimanannya terhadap Allah, maka Allah memberikan hadiah pengganti Qibasy (Kambing/Domba). Karena peristiwa inilah, umat Islam memperingati dengan menyembelih hewan ternak setiap tahunnya. Cerita ini telah dikisahkan di dalam Al-Qur’an.

Sahabat Aktualiti, berqurban hukumnya adalah sunnah muakkad bagi siapapun yang mampu melaksanakannya dengan niat mendekatkan diri kepada Allah SWT. Nabi Muhammad bersabda “Aku memerintahkan diriku untuk berqurban dan itu menjadi sunnah untuk kalian” (HR.Tirmidzi). Dan waktu berqurban dilaksanakan setelah sholat Idul Adha sampai terbenamnya matahari di akhir hari Tasyriq.

Perlu sahabat Aktualiti pahami bahwa, terdapat kesunnahan ketika menyembelih hewan Qurban yang bisa kita amalkan. Dijelaskan di dalam Kitab Kifayatul Akhyar karangan Imam Taqiyuddin, sunnah ketika menyembelih hewan kurban terdiri dari 5 perkara ;
a. Membaca Basmalah,
b. Membaca Shalawat atas Nabi Muhammad Saw.
c. Menghadap kiblat dengan hewan kurban
d. Membaca kalimat Takbir.
e. Berdoa agar diterima kurbannya oleh Allah Swt.

Dijelaskan juga di dalam kitab Kifayatul Akhyar, mengapa disunahkan membaca basmalah?
Kemudian di dalam Shahih Bukhori Muslim menjelaskan bahwa : Nabi Saw. ketika menyembelih hewan Qurban berkata : Bismillah…. Maka jika tidak membaca bismillah, yakni halal hewan qurbannya. Karena Allah Swt. membolehkan memakan sembelihan seorang ahlul kitab sementara mereka tidak membaca basmalah dalam kebiasaannya.

Di dalam Shahih Bukhori Muslim : bahwa para sahabat bertanya : “ Wahai Rasulullah, ada sekelompok (masyarakat) dari orang Arab mereka datang dengan membawa daging, sedangkan kami tidak tahu apakah telah disebutkan nama Allah atau tidak? Maka nabi menjawab : “Sebutkanlah olehmu nama Allah dan makanlah” maka dalil ini menunjukan bahwa membaca basmalah ketika menyembelih hukumnya tidak wajib.

Dalam hal ini, Imam Syafi’i menganjurkan untuk bersholawat atas nabi. Hal ini diqiyaskan di semua tempat, seperti tempatdalam shalat yakni terdapat anjuran untuk membaca basmalah, sedangkan dalam tahiyat pun ada shalawatnya, setiap nama Allah disebut pasti nama nabi juga disebut ketika itu.

Adapun menghadapkan hewan sembelihan ke arah kiblat, karena nabi Muhammad Saw. menghadapkan hewan sembelihannya kearah kiblat. Dan kiblat adalah sebaik-baiknya arah tujuan, Adapun membaca kalimat takbir, dalam riwayat Anas Ra. bahwasanya Nabi berqurban dengan dua ekor kambing Kibasy (gibas) putih lagi bertanduk keduanya, Kemudian Nabi menyembelih keduanya dengan kedua tangannya, dengan membaca basmalah dan bertakbir, dan meletakan kakinya dipangkal leher kedua Kibasy.

Hal tersebut dilakukan agar bisa menekan hewan sehingga tidak banyak bergerak.
Adapun berdoa agar Allah menerima qurbannya itu sunah hukumnya dengan tujuan mensyukuri nikmat dari Allah agar dapat mendekatkan diri kepada-Nya.

Jadi dengan sunnah-sunnah di atas, semoga menjadikan ibadah kita lebih dalam lagi untuk mendekatkan diri kepada Allah dan bersyukur atas segala nikmat-Nya.

Wallahu a’lam..

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini