Friday, September 30, 2022
spot_img
spot_img

Benarkah Mati Syahid dalam Keadaan Tenggelam Wajib Disalatkan? Begini Penjelasannya

Jakarta, Aktualiti.com – Salat jenazah merupakan salah satu proses yang harus dilakukan oleh umat muslim ketika ada muslim yang meninggal. Dan salat jenazah ini bagian dari keistimewaan umat nabi Muhammad, dan hukumnya salat jenazah itu fardhu kifayah.

Mayit atau jenazah seperti apa yang dihukumkan fardhu kifayah untuk disalatkan?

Dalam kitab Fathul Mu’in dijelaskan bahwa salat mayit yang dihukumkan fardhu kifayah ialah mayit yang beragama islam, kemudian mayit yang bukan mati syahid, jika ada muslim yang mati syahid maka tidak disalatkan dan dimandikan, hanya wajib dikafankan dan langsung dikuburkan.

Sahabat Aktualiti, ada 3 kategori mati syahid :

1. Orang yang mati syahid dunia dan akhirat.

Orang yang berjuang membela agama Allah, kemudian meninggal ketika sedang terjadi peperangan. Inilah syahid dunia dan akhirat jadi tidak dimandikan dan di shalatkan, cukup di kafani dan dikuburkan itupun harus dikafani dengan baju yang digunakan ketika berperang.

2. Syahid dunia.

Mati karna berperang namun niatnya berperang untuk mendapatkan rampasan perang atau ketika meninggal agar dikenal sebagai pahlawan. Secara duniawi orang itu mati syahid.

3. Syahid akhirat.

Syahid akhirat ini banyak, di antaranya orang yang sakit karna kolera, karna muntaber, karna keguguran, karena terbakar, tenggelam, dibunuh secara dzolim.

sebagaimana yang Nabi katakan : Dari Abu Hurairah R.A : Rasulullah SAW bersabda : “Apa sajakah yang engkau semua masukkan dalam hitungan orang-orang yang mati syahid di kalangan engkau semua itu? Para sahabat menjawab: “Ya Rasulullah, barangsiapa yang terbunuh dalam melakukan peperangan fisabilillah, maka ia adalah orang yang mati syahid.” Beliau shalallahu alaihi wasalam lalu bersabda: “Kalau demikian cara penganggapannya, maka sesungguhnya orang-orang yang mati syahid di kalangan umatku itu niscaya sedikit sekali.” Mereka lalu bertanya: “Kalau demikian, maka siapa sajakah ya Rasulullah?” Beliau shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Barangsiapa yang terbunuh dalam melakukan peperangan fisabilillah, maka ia adalah orang yang mati syahid, juga barangsiapa yang mati dalam melakukan peperangan fisabilillah -sekalipun tidak terbunuh, misalnya jatuh dari kudanya-, maka iapun mati syahid. Demikian pula barangsiapa yang mati karena dihinggapi penyakit taun (yakni penyakit pes atau kolera} , maka itupun orang yang mati syahid, juga barangsiapa yang mati karena dihinggapi penyakit perut, maka ia juga mati syahid dan orang yang mati lemas -mati tenggelam dalam air atau kekurangan oksigen- itupun syahid.” (HR. Muslim)

Namun dari ketiga macam orang yang mati syahid di atas, yang tidak dimandikan dan di shalatkan itu hanyalah orang yang mati syahid dunia akhirat.

Adapun orang yang mati karna tenggelam, sekalipun itu termasuk mati syahid jika mayitnya ditemukan maka tetap wajib di mandikan dan di shalatkan, dan jika tidak di temukan mayit tersebut cukup di shalatkan saja.

*dirangkum dari berbagai sumber

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini