Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Gus Faiz Sempatkan Silaturahmi ke Sayyid Ahmad Al Maliki Ketika Berhaji

Jakarta, Aktualiti.com – Guz Faiz, sapaan akrab K.H. Muhammad Faiz sempatkan bersilaturahmi dengan Sayyid Ahmad Al Maliki ketika melaksanakan ibadah haji pada, Juli 2022.

“Melalui Kiai Raden Azaim, Pengasuh PP Syafi’iyah Situbondo, saya bisa bersilaturrahmi kepada Sayyid Ahmad Al-Hasani Al-Maliki di rumah beliau di daerah Rushaifa Makkah,” Ujar Gus Faiz melalui unggahannya di Facebook Pesantren Daarul Rahman.

Gus Faiz bercerita kalau Sayyid Ahmad lahir dari keluarga ulama Ahlussunnah wal Jamaah yang sangat terpandang di Mekkah dan dunia Islam pada umumnya.

Nampaknya, hubungan baik antara Gus faiz dengan Sayyid Ahmad sudah dimulai dari hubungan baik yang dijalin ayah dari masing-masing.

Dimana Ayah Gus Faiz, K.H. Syukron Ma’mun, sudah bersahabat baik dengan Ayah Sayyid Ahmad, yaitu ulama yang sangat terkenal Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki.

“Ayah saya memiliki hubungan istimewa dengan Ayah beliau, Prof. Dr. Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki,” ujar Gus Faiz melanjutkan cerita di unggahannya.

“Beliau, Ayah Sayyid Ahmad berkunjung ke rumah kami sekitar tahun 1986 an,” imbuh Gus Faiz.

Tentang Sayyid Ahmad Al Maliki

Sayyid Ahmad Al Maliki merupakan Putra Pertama dari Muhammad bin Alawi Al Maliki. Lahir dari keluarga ulama besar dan terpandang di Makkah, Sayyid Ahmad merupakan keturunan mulia yang bersambung secara langsung dengan Nabi Muhammad.

Diliput dari berbagai sumber, Sayyid Ahmad mewarisi keluarga Al-Maliki Al-Hasani di Mekkah yang masyhur yang merupakan keturunan Rasulullah, melalui cucunya, Imam Al-Hasan bin Ali, Radhiyallahu ‘Anhum.

Tentang Gus Faiz

Gus Faiz, atau sapaan akrab dari KH. Muhammad Faiz salah satu ulama muda Indonesia yang kharismatik. Lahir di Jakarta, 08 Mei 1974, Gus Faiz merupakan putra kedua dari KH. Syukron Ma’mun.

Walau berada di tengah kota pusat modernitas, Gus faiz tetap teguh memegang dan medalami nilai-nilai keislaman selama enam tahun yang beliau peroleh dari Pesantren Daarul Rahman, di bawah asuhan sang kiai sekaligus ayah beliau secara langsung.

Kemudian beliau meninggalkan pesantren sementara waktu untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Madinah. Kemudian di sana, beliau pun menjadi seorang aktivis NU, hingga menjabat sebagai ketua KMNU (Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama’) Madinah, walaupun tentunya memiliki segudang resiko yang sangat berat.

Dalam lingkup akademik, beliau adalah mahasiswa yang berhasil meraih gelar cum laude. Namun demikian, beliau masih merasa perlu mengenal lebih dekat dengan ajaran agamanya.

Akhirnya, Mesir yang menjadi negara pilihannya, dengan memasuki Universitas Kairo dan mengambil Fakultas Syariah Islamiyah Jurusan Ekonomi Islam. Di kota ini, lagi-lagi beliau masih menunjukkan sebagai kader NU yang baik dengan menerima amanat sebagai wakil Rais Syuriah PCI-NU Mesir. Meskipun pada saat itu beliau sedang dituntut untuk menulis tesis sebagai kewajiban mahasiswa Magister.

Saat ini beliau aktif mengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman sebagai Wakil Kepala Pengasuhan. Beliau juga rutin mengisi kajian di beberapa Masjid, Instansi, dan beberapa tempat lainnya. Diluar dari itu, beliau juga aktif dalam jajaran kepengurusan Ormas Islam PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) sebagai Katib Syuriah.

Reporter : Dani Az

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini