Wednesday, September 28, 2022
spot_img
spot_img

Ingat, Ini 5 Tujuan Utama Pernikahan

Jakarta, Aktuliti.com- Isu pernikahan tentu menjadi hal menarik untuk dibahas. Menjadi moment sakral bagi setiap pasangan yang menjalaninnya. Namun, kita sering kali melupakan tujuan utama dari sebuah pernikahan itu sendiri. Padahal, dalam sebuah pernikahan kita harus menyiapkan bekal cukup penting, baik secara materi maupun non materi.

Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Lc. MA, Ketua Majelis Musyawarah Kongres Ulama Perempuan Indonesia (MM KUPI), menjelaskan bahwa setidaknya ada lima tujuan utama dalam pernikahan yang dapat dipahami dan juga diingat oleh pasangan suami istri.

Lima tujuan dalam pernikahan ini, dapat menjadi prinsip bagi pasangan suami istri saat membina kehidupan rumah tangga nanti. Sehingga lima tujuan pernikahan ini diharapkan dapat menjadikan pasangan suami istri ini menjadi pasangan yang sakinah mawadah warahmah.

Berikut lima tujuan pernikahan dalam Islam menurut Bu Nyai Badriyah Fayumi :

1. Memenuhi Dorongan Naluri Manusia

Manusia diciptakan lengkap dengan naluri seksual dan keinginan mempunyai keturunan. Karena itulah, menurut pandangan Islam, pernikahan dikategorikan sebagai fitrah kemanusiaan.

Fitrah inilah mesti dapat menjaga dan merawatnya dengan cara-cara yang sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri.

2. Membentengi Akhlak yang Luhur

Islam memandang pernikahan dan pembentukan keluarga sebagai sarana yang efektif untuk memelihara pemuda dan pemudi dari kerusakan akhlak, juga untuk melindungi masyarakat dari kekacauan dan kerenggangan ikatan keluarga. Karena itu Islam mensyariatkan sebuah pernikahan.

Tujuanya, untuk manjamin terjaganya fitrah tersebut. Juga untuk menegasakan cara-cara penyaluran hasrat seksual yang layak manusia gunakan, dan membedakan dengan cara-cara yang bisa binatang lakukan.

Dalam hadits riwayat al-Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda :

يا معشر الشبا ب من ا ستطاع الباءة فليتزوج فاءنه اْغض للبصرواْحصن للفرج ومن لم يسطع فعليه بالصيم فانه له وجاء

Artinya : “Wahai para pemuda ! Barang siapa yang mampu menikah, maka menikahlah, karena menikah itu lebih menundukan pandangan dan lebih membentengi kamaluan. Dan barangsiapa tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa karena puasa itu sebagai benteng baginya.”

3. Membangun Rumah Tangga yang Islami

Dalam QS. Ar-Rum ayat 21 mengajarkan bahwa salah satu tujuan pernikahan adalah membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah atau rumah tangga yang damai, rukun, penuh cinta dan kasih sayang.

Selain itu, dalam QS. Al-Baqarah ayat 229-230, mengisayaratkan bahwa pernikahan pada dasarnya meski membangunnya atas dasar penegakan nilai-nilai keluhuran yang telah Allah tetapkan (hudud Allah).

Jika menerapkan nilai-nilai itu, maka pernikahan tersebut layak diperjuangkan agar senantiasa mendapatkan keberkahan.

4. Meningkatkan Ibadah Kepada Allah

Dalam konsepsi Islam, hidup sepenuhnya untuk ibadah kepada Allah dan berbuat baik kepada sesama manusia.

Dari sudut pandang ini, rumah tangga merupakan salah satu lahan subur bagi peribadatan dan amal shalih, dalam arti yang luas. Bahkan, bersetubuh pun dalam pandangan Islam, termasuk ibadah.

Nabi bersabda :

“Kalian bersetubuh dengan istri kalian adalah termasuk sedekah. Mendengar ini para sahabat keheranan dan bertanya, ”Wahai Rasulullah seorang suami yang memuaskan birahinya terhadap istrinya akan mendapatkan pahala?”

Nabi menjawab, ”bagaimana menurut kalian jika para suami itu bersetubuh dengan selain isterinya, bukankan mereka berdosa?”

Para sahabat pun menjawab “Ya benar”. Begitu pula kalau mereka bersetubuh dengan istrinya, mereka akan memperoleh pahala”. (HR. Muslim)

5. Mendapatkan Keturunan yang Shalih dan Shalihah
Pernikahan juga bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan keturunan. Dalam QS. An-Nahl ayat 72 menyebutkan :

والله جعل لكم من ا نفسكم ازواجا وجعل لكم من از وا جكم بنين وحفدة ورزقكم من الطيبا ت اْفبالبا طل يؤ منون وبنعمة الله هم يكفرون

Artinya : “Dan Allah telah menjadikan bagi kalian dari istri-istri kalian itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberi kalian rezeki yang baik-baik”.

Yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa pernikahan bukan hanya sekedar untuk memperoleh keturunan, tetapi juga sebagai wahana membentuk generasi yang berkualitas, saleh dan bertaqwa kepada Allah.

Oleh karena itu, suami istri bertanggung jawab penuh mendidik, mengajar, dan mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini