Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Islah Bahrawi: Buah Politisasi Agama

Jakarta, Aktualiti.com – Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi mengungkapkan buah atau efek in hole pegged dari sebuah politisasi agama pada Catatan Demokrasi di kanal YouTube tvOneNews, Rabu (08/06/22).

Menurutnya, buah politisasi agama menjadikan penganut agama sebagai political toys yang dibenturkan satu sama lain.

“Ketika umat beragama dikenalkan dengan ambisi politik, maka dia akan merasa supremasis. Perasaan supremasis seperti ini lah yang membuat manusia itu bodoh dan memanfaatkan kebodohan umat,” ungkapnya.

Baca Juga : Gus Dhofir: Kyai Milenial Filsuf Intelektual

Di sisi lain, dia menjelaskan buah dari political toys akan melahirkan kekerasan-kekerasan, caci maki dan kebencian antara umat manusia. Hal ini teramat renyah dan seksi dengan menggunakan narasi agama dalam politik secara global.

“Bukan hanya di Indonesia, berbicara radikalisme, di India radikalnya Hindu, di Indonesia itu Islam, di Burma itu penganut Budha,” ucapnya.

Pria yang akrab disapa Cak Islah ini pun menghimbau jika Islam lebih memberikan motivasi politik sebagai alat supremasi, hanya akan melahirkan Abu Bakr al-Baghdadi, Muhammad Qutb, Usamah bin Ladin. Kesemuanya adalah produk-produk dari berbagai agitasi politik. Islam tidak lagi melahirkan Al-Khawarizmi, Al-Kindi, Al-Farabi, Ibn Rusyd dan Imam al-Ghazali sebagai kejayaan Islam.

“Islam itu bisa berjaya karena ilmu pengetahuan. Kemudian, karena politik, Islam itu memusuhi satu sama lain,” tukasnya.

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini