Saturday, October 1, 2022
spot_img
spot_img

Kemenag Ubah Logo Halal, Begini Makna di Baliknya

JAKARTA, Aktualiti.com – Kementerian Agama melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menetapkan label halal baru sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Penetapan label halal tersebut dilakukan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 37 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

“Melaksanakan amanat peraturan perundang-undangan khususnya Pasal 37 Undang-undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang JPH, maka BPJPH menetapkan label halal dalam bentuk logo sebagaimana yang secara resmi kita cantumkan dalam Keputusan Kepala BPJPH,” ungkap Aqil Irham, Kepala BPJPH, Sabtu (12/3/2022).

Adapun mengenai polemik logo, Aqil menjelaskan bahwa bentuk dan corak yang digunakan merupakan representasi keislaman dan keindonesiaan.

“Bentuk Label Halal Indonesia terdiri atas dua objek, yaitu bentuk Gunungan dan motif Surjan atau Lurik Gunungan pada wayang kulit yang berbentuk limas, lancip ke atas. Ini melambangkan kehidupan manusia,” kata Aqil Irham.

Lebih lanjut, Aqil menerangkan terdapat huruf Arab di logo tersebut.

“Bentuk gunungan itu tersusun sedemikian rupa berupa kaligrafi huruf arab yang terdiri atas huruf Ḥa, Lam Alif, dan Lam dalam satu rangkaian sehingga membentuk kata Halal,” lanjut Aqil.

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ikut menguatkan. Ia menilai Kementerian Agama mempunyai otoritas.

“Di waktu-waktu yang akan datang, secara bertahap label halal yang diterbitkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dinyatakan tidak berlaku lagi,” kata Yaqut.

Ia menegaskan MUI merupakan organisasi masyarakat (ormas) yang tidak memiliki kewenangan.

“Sertifikasi halal, sebagaimana ketentuan undang-undang, diselenggarakan oleh pemerintah, bukan lagi ormas,” tutup Menteri Agama yang juga Ketua Umum PP GP Ansor.

Reporter: Fikri Hadiansyah

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini